Tag Archives: perkembangan

Membedah Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk

pendidikan-dalam-sepotong-kerupuk

Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk/ Courtesy of Yayasan Dayabunaya

Judul Buku: Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk
Penulis: Alzena Masykouri
Penerbit: Yayasan Dayabunaya
Cetakan Buku: Cetakan I
Tahun: 2016
Tebal: 141 halaman

Di penghujung tahun 2016, kita disuguhi kompilasi tulisan Psikolog Alzena Masykouri, dalam buku terbarunya “Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk.” Selain tulisannya yang ditampilkan di Psychologythoughts, Alzena rajin menulis di media sosial. Diskusinya bersama rekan-rekan, pengalamannya dalam mengasuh putri semata wayangnya, yang dipanggilnya si Eneng, membuat pikirannya lugas tertuang dalam beragam artikel. Continue reading

Berenang Bersama Anak

boy swimming

Image courtesy of Sura Nualpradid/Freedigitalphotos.net

Pemikiran ini bermula ketika saya mendaftarkan anak pertama saya, sebut saja namanya Abang (5 tahun), ke sebuah tempat latihan berbagai macam olahraga di sebuah mal di bilangan Jakarta Selatan. Saya merasa tertarik dengan tempat tersebut karena anak saya mengalami perkembangan motorik yang kurang sesuai dengan usianya, salah satunya adalah ia terlambat tengkurap. Continue reading

Serba-serbi Psikotes Untuk Anak

kid drawing

Image courtesy of Naypong/ Freedigitalphotos.net

14 Februari 2010

Saat ini pemeriksaan psikologi atau yang lebih dikenal dengan psikotes sudah jamak memasuki institusi-institusi pendidikan. Ibu-ibu bahkan anak murid pun dibuat penasaran dengan sesuatu yang disebut psikotes ini. Makhluk apakah itu? Apakah ia sama dengan ujian yang perlu belajar sebelumnya agar bisa mendapatkan nilai baik? Seberapa perlukah anak diberikan psikotes? Continue reading

… And They Will Live Happily Ever After (A Branding Strategy for Our Kids)

1 Mei 2012

Image courtesy of scottchan/ Freedigitalphotos.net

Image courtesy of scottchan/ Freedigitalphotos.net

No.

It’s not a fairy tale.

Tadi siang, saya berada di suatu pusat perbelanjaan mewah yang berada di kawasan bisnis Jakarta. Saya menikmatinya. Saya jarang berada di suasana kerja yang formal. Lingkungan pekerjaan saya tidak mengharuskan setelan kerja resmi, berdasi, atau bersepatu hak tinggi. Jadi, tadi saya benar-benar menikmati pemandangan menjelang makan siang. Para eksekutif berkelompok berjalan lalu lalang. Pasti mereka orang-orang pilihan sehingga bisa berada di sentra bisnis utama di negara ini. Lalu saya berpikir, kualifikasi apa yang mereka miliki sehingga terpilih? Setelah terpilih, bagaimana caranya untuk bisa menjadi unggul dan mendapatkan posisi yang baik sehingga bisa menikmati hidup? Continue reading

Cara Menjadi Ayah yang Berkualitas bagi Anak

dad with kid in the park

Image courtesy of Jade Brookbank/ Gettyimages.com

Seorang ayah memiliki peran yang penting dalam tumbuh kembang anaknya. Baik menurut agama, menurut akal sehat, dan kini, secara empiris terbukti melalui beragam penemuan ilmiah. Karena itulah, pemahaman “aku harus melibatkan diri dalam pengasuhan anak” sudah dimiliki banyak ayah sekarang, terutama ayah-ayah muda. Namun demikian, tak dapat disangkal ada sekian banyak faktor yang menjadi pertanyaan serta hambatan yang dirasakan ayah, yang membuat niat untuk terlibat menjadi tak benar-benar terwujud secara nyata. Continue reading

“Critical Periods” VS “Sensitive Periods”

 

mother and daughter

Image courtesy of Ambro/ FreeDigitalPhotos.net

8 Nov 2012

Dalam dunia perkembangan manusia, kita mungkin sering mendengar frase “critical periods”  atau “masa kritis” (biasanya paling sering kita denger di iklan ya..;). Secara umum, biasanya frase ini dimaknai sebagai “waktu dimana stimulasi untuk aspek tertentu perlu dilakukan. Jika waktu tersebut sudah terlewati, ya sudahlah……”. Misalnya, diyakini bahwa usia 0-5 tahun adalah waktu kritis untuk daya ingat anak, sehingga di rentang usia ini, ibu-ibu yang ingin anak-anaknya menjadi hafidz, harus mulai program menghafal AlQur’an bagi anak-anaknya. Karena kalau sudah lewat usia 5 tahun, sudahlah….

Continue reading