Tag Archives: parenting

Membedah Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk

pendidikan-dalam-sepotong-kerupuk

Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk/ Courtesy of Yayasan Dayabunaya

Judul Buku: Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk
Penulis: Alzena Masykouri
Penerbit: Yayasan Dayabunaya
Cetakan Buku: Cetakan I
Tahun: 2016
Tebal: 141 halaman

Di penghujung tahun 2016, kita disuguhi kompilasi tulisan Psikolog Alzena Masykouri, dalam buku terbarunya “Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk.” Selain tulisannya yang ditampilkan di Psychologythoughts, Alzena rajin menulis di media sosial. Diskusinya bersama rekan-rekan, pengalamannya dalam mengasuh putri semata wayangnya, yang dipanggilnya si Eneng, membuat pikirannya lugas tertuang dalam beragam artikel. Continue reading

Belajar “Bangga” dari Si Franklin….

 

Franklin the turtle YT

Image courtesy of Youtube

Empat tahun yang lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk diskusi intensif dengan seorang teman yang telah melakukan penelitian mengenai pengenalan emosi pada anak. Salah satu hasil penelitiannya adalah, bahwa anak-anak yang menjadi sampel penelitiannya “tidak biasa” atau “kurang mengenali” emosi “bangga”. Mungkin karena orang dewasa di Indonesia jarang mengekspresikan kata “I’m proud of you…” seperti yang biasa kita dengar dalam adegan-adegan percakapan ibu/guru dengan anak di film barat. Atau mungkin juga karena dalam kultur Indonesia, “bangga” dikonotasikan dengan “sombong”.

Continue reading

Cara Menjadi Ayah yang Berkualitas bagi Anak

dad with kid in the park

Image courtesy of Jade Brookbank/ Gettyimages.com

Seorang ayah memiliki peran yang penting dalam tumbuh kembang anaknya. Baik menurut agama, menurut akal sehat, dan kini, secara empiris terbukti melalui beragam penemuan ilmiah. Karena itulah, pemahaman “aku harus melibatkan diri dalam pengasuhan anak” sudah dimiliki banyak ayah sekarang, terutama ayah-ayah muda. Namun demikian, tak dapat disangkal ada sekian banyak faktor yang menjadi pertanyaan serta hambatan yang dirasakan ayah, yang membuat niat untuk terlibat menjadi tak benar-benar terwujud secara nyata. Continue reading

Alasan Orang Tua Marah pada Anak

angry son

Image courtesy of David Castillo Dominici/ FreeDigitalPhotos.net

Oke, jadi sebetulnya perilaku anak yang umumnya menjadi alasan orangtua untuk marah adalah perilaku yang wajar ya? Yes, tampaknya begitu. Lalu mengapa orangtua akhirnya menjadi marah walaupun semua anak lainnya berperilaku yang sama dengan anak mereka? Sebagian besar alasan orangtua kira-kira sebagai berikut: Continue reading

Apakah Perlu Marah Pada Anak?

mother angry son

Image courtesy of David Castillo Dominici/ FreeDigitalPhotos.net

Akhir-akhir ini saya tergelitik dengan pola umum pengasuhan anak pada keluarga muda di ibukota tercinta, Jakarta. Mengapa? Karena hampir setiap saya berjalan-jalan ke tempat umum, selalu terlihat orangtua yang melakukan sejumlah kekerasan pada anak. Setidaknya sejumlah perilaku ini yang saya lihat: membentak anak dengan keras di depan umum; mengancam akan melakukan/melarang sesuatu jika anak tidak menuruti; menggerutu atau mengejek anak tentang perilaku yang tidak disukai; dan sesekali ada perilaku fisik seperti cubitan di tangan. Continue reading

“The Importance of Sex Education For 1 to 4 Year Old Children”

The rise of news on harassment and sexual assault on children is surely alarming parents and educators. One contributing factor is that the children, in fact, do not have enough knowledge to protect themselves. Conversation related to sex is still taboo in our culture and society. Sex is considered as inappropriate matter to talk about and to discuss. Not to mention the ‘sex = dirty’ notion that confines the discussions about sex. It becomes the topic of the conversation behind closed doors and most likely distorted because the inaccurate information being transferred.

Continue reading

Pentingnya Pendidikan Seks Untuk Anak Usia 1-4 Tahun

Image courtesy of sscreations/ Freedigitalphotos.net

Image courtesy of sscreations/ Freedigitalphotos.net

Maraknya berita mengenai pelecehan dan kekerasan seksual pada anak tentu mengkhawatirkan orangtua dan juga pendidik. Salah satu faktor penyebabnya ternyata adalah karena anak tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk melindungi dirinya. Budaya yang ada dan berkembang di masyarakat masih menabukan pembicaraan yang berkaitan dengan seksualitas. Seks dianggap tidak pantas untuk dibicarakan dan didiskusikan. Belum lagi anggapan bahwa ‘seks’ = ‘jorok’ yang membatasi pembicaraan mengenai seksualitas menjadi pembicaraan diam-diam dan bisa jadi tak tentu arah karena informasi yang didapatkan tidak tepat.

Continue reading