Tag Archives: anak

Konsep Diri Positif melalui Tatanan Rambut Anak

Mendidik Anak untuk Mencintai Diri Sendiri melalui Tatanan Rambut

Image courtesy of nenetus at FreeDigitalPhotos.net

“Ah kawaiiii!!!”
(Ah! Imutnya!!)
Ujar beberapa orang saat kami menumpang sebuah lift di sebuah pusat perbelanjaan.

“Nan sai desuka? Kawaii desune… kaminoke ha totemo kawaiii! Mama ha jouzu desune”
(Berapa usianya dek? Kamu imut banget! Rambutnya bagus sekali. Mama jago ya)
Continue reading

Membedah Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk

pendidikan-dalam-sepotong-kerupuk

Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk/ Courtesy of Yayasan Dayabunaya

Judul Buku: Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk
Penulis: Alzena Masykouri
Penerbit: Yayasan Dayabunaya
Cetakan Buku: Cetakan I
Tahun: 2016
Tebal: 141 halaman

Di penghujung tahun 2016, kita disuguhi kompilasi tulisan Psikolog Alzena Masykouri, dalam buku terbarunya “Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk.” Selain tulisannya yang ditampilkan di Psychologythoughts, Alzena rajin menulis di media sosial. Diskusinya bersama rekan-rekan, pengalamannya dalam mengasuh putri semata wayangnya, yang dipanggilnya si Eneng, membuat pikirannya lugas tertuang dalam beragam artikel. Continue reading

Kelebihan Energi

boy skating

Image Courtesy by imagerymajestic/ Freedigitalphotos.net

21 Agustus 2015

Pernah melihat anak yang bergerak kesana kemari, seakan tidak mau berhenti untuk beraktivitas? Pada saat orang tuanya sudah merasa lelah, anak ini masih saja naik turun kursi, memanjat jendela atau benda apapun yang bisa dipanjatnya, atau melompat-lompat di atas tempat tidur? Bagaimana reaksi Anda sebagai orang tua, jika anak Anda seaktif itu? Continue reading

Mempersiapkan Anak Masuk Sekolah Dasar

goes to school

Image courtesy of digitalart/Freedigitalphotos.net

Anak Bunda masuk Sekolah Dasar tahun ini? Beberapa orang tua mengaku memiliki rasa bercampur aduk saat anak mereka memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Apa saja hal yang harus dipersiapkan? Bagaimana melihat kesiapan anak untuk belajar di sekolah? Semoga catatan berikut ini dapat membantu Ayah Bunda memulai tahun belajar Ananda yang baru di SD. Continue reading

Berenang Bersama Anak

boy swimming

Image courtesy of Sura Nualpradid/Freedigitalphotos.net

Pemikiran ini bermula ketika saya mendaftarkan anak pertama saya, sebut saja namanya Abang (5 tahun), ke sebuah tempat latihan berbagai macam olahraga di sebuah mal di bilangan Jakarta Selatan. Saya merasa tertarik dengan tempat tersebut karena anak saya mengalami perkembangan motorik yang kurang sesuai dengan usianya, salah satunya adalah ia terlambat tengkurap. Continue reading

Les(s) Stress

kids school

Image Courtesy by digitalart/ Freedigitalphotos.net

Pernah coba menghitung berapa jenis les yang ada di Jakarta ini? Mulai dari les belajar baca-tulis dalam hitungan jam, pelajaran : matematika, bahasa Inggris, Mandarin, privat, bimbingan belajar alias bimbel, les olahraga : aneka beladiri, berenang, sepakbola, tenis, badminton, sepatu roda, berkuda, baseball, dsb. Lalu ada les seni : aneka alat musik, vokal, tari, balet, drama/teater, lukis, gambar. Ada juga les keterampilan khusus seperti robotic, coding, manga/komik, memasak, art & craft, dan semacamnya. Wah, banyak!  Continue reading

Kembangkan Pengasuhan Membaca

membaca courtesy dnd

Courtesy by DnD

-Kembangkan Pengasuhan Membaca, Bukan Sekadar Mengajar untuk Bisa Membaca-

Tiap tahun, selalu saja ditemui pertanyaan-pertanyaan tentang, “perlu tidaknya anak telah menguasai keterampilan membaca di TK”. Sebagian pro, sebagian kontra dan sebagian terombang-ambing di antara pro dan kontra. Kebijakan yang ada, tidak mewajibkan pembelajaran menulis – membaca di Taman kanak-kanak. Namun kenyataannya, begitu anak memasuki kelas 1, tuntutan terampil membaca dan menulis menjadi hal yang mutlak ada. Kalau tidak? Yaaa…tidak dipaksa, namun biasanya anak sendiri yang akan menanggung ketidaknyamanan bersekolah di SD awal ini karena kesulitan beradaptasi dengan pembelajaran yang dirancang. Dan pertanyaan perlukah belajar membaca di usia dini pun menjadi hal yang masih sulit untuk dijawab. Continue reading

Cara Mengenali Pelaku Penganiayaan Seksual Pada Anak

boy at beach

Image courtesy of Sura Nualpradid/ Freedigitalphotos.net

Belum lama berselang, di awal bulan April 2014 kita dikejutkan dengan laporan terjadinya kasus penganiayaan seksual pada anak TK di Jakarta International School. Kasus ini masih dalam tahap investigasi, namun hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa korban penganiayaan di sekolah tersebut bisa jadi lebih banyak daripada yang dilaporkan, dengan pelaku penganiayaan lebih dari satu orang. Satu orang tersangka ditemukan bunuh diri di penjara. Dan belakangan, buronan internasional FBI atas kasus penganiayaan seksual pada anak, William Vahey, yang juga bunuh diri beberapa hari sebelumnya, rupanya pernah juga mengajar di JIS.

Hal ini membuat ngeri dan geram para orang tua, yang mempercayakan anak mereka di lembaga pendidikan. Sistem rekrutmen para pendidik dan pekerja sekolah seharusnya memberikan rasa aman bagi orang tua dan anak. Bagaimana mungkin pelaku kejahatan seksual bahkan bisa mengajar dan berinteraksi dengan anak setiap hari di sekolah? Maka, agar lebih waspada, ada baiknya kita mengenali karakter pelaku yang juga disebut child molester ini. Continue reading

Serba-serbi Psikotes Untuk Anak

kid drawing

Image courtesy of Naypong/ Freedigitalphotos.net

14 Februari 2010

Saat ini pemeriksaan psikologi atau yang lebih dikenal dengan psikotes sudah jamak memasuki institusi-institusi pendidikan. Ibu-ibu bahkan anak murid pun dibuat penasaran dengan sesuatu yang disebut psikotes ini. Makhluk apakah itu? Apakah ia sama dengan ujian yang perlu belajar sebelumnya agar bisa mendapatkan nilai baik? Seberapa perlukah anak diberikan psikotes? Continue reading