Category Archives: Fitri Ariyanti Abidin

Resensi Buku: Bukan Emak Biasa

buku bukan emak biasa

Image courtesy of Bukan Emak Biasa/Kaba Media Internusa

Judul Buku: Bukan Emak Biasa: Refleksi Psikologis Pengasuhan Anak
Penulis: Fitri Ariyanti Abidin
Penerbit: PT. Kaba Media Internusa
Cetakan Buku: Cetakan I
Tahun: 2015
Tebal: 290 halaman

Resensi

Buku ini mengulas tentang penghayatan seorang Ibu yang juga seorang Psikolog Anak dalam membesarkan keempat anaknya. Continue reading

Belajar “Bangga” dari Si Franklin….

 

Franklin the turtle YT

Image courtesy of Youtube

Empat tahun yang lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk diskusi intensif dengan seorang teman yang telah melakukan penelitian mengenai pengenalan emosi pada anak. Salah satu hasil penelitiannya adalah, bahwa anak-anak yang menjadi sampel penelitiannya “tidak biasa” atau “kurang mengenali” emosi “bangga”. Mungkin karena orang dewasa di Indonesia jarang mengekspresikan kata “I’m proud of you…” seperti yang biasa kita dengar dalam adegan-adegan percakapan ibu/guru dengan anak di film barat. Atau mungkin juga karena dalam kultur Indonesia, “bangga” dikonotasikan dengan “sombong”.

Continue reading

Cara Menjadi Ayah yang Berkualitas bagi Anak

dad with kid in the park

Image courtesy of Jade Brookbank/ Gettyimages.com

Seorang ayah memiliki peran yang penting dalam tumbuh kembang anaknya. Baik menurut agama, menurut akal sehat, dan kini, secara empiris terbukti melalui beragam penemuan ilmiah. Karena itulah, pemahaman “aku harus melibatkan diri dalam pengasuhan anak” sudah dimiliki banyak ayah sekarang, terutama ayah-ayah muda. Namun demikian, tak dapat disangkal ada sekian banyak faktor yang menjadi pertanyaan serta hambatan yang dirasakan ayah, yang membuat niat untuk terlibat menjadi tak benar-benar terwujud secara nyata. Continue reading

Jangan Pernah Berhenti… Berkomunikasi

17 Juli 2012

couple talk

Image courtesy of nuttakit/ FreeDigitalPhotos.net

Komunikasi tidak pernah tidak kita lakukan dalam keseharian kita dalam konteks apapun dan dengan beragam cara. Bahkan bayi pun berkomunikasi lewat tangisannya. Namun demikian, komunikasi interpersonal antara dua orang kadang tidak mudah. Meskipun dua orang itu telah berkomitmen dalam sebuah ikatan perkawinan.

Continue reading

Internet dan Anak: Steril? Atau Smart?

29 April 2013

Internet seakan telah menjadi oksigen dalam kehidupan sehari-hari kita. Tak hanya selalu ada di sekitar kita, tapi juga memang kita butuhkan. Sekarang ini, mana tahan hidup sehariiiii aja tanpa internet. Ada yang perlu untuk kirim imel bisnis yang harganya ratusan juta, ada yang butuh internet untuk mencari referensi ilmiah yang sangat signifikan untuk kualitas penelitiannya, ada yang menderita kalau gak ada internet karena gak bisa apdet status, hahaha….

Tak hanya pada orang dewasa, paparan internet terhadap anak-anak kita pun tampaknya semakin sulit untuk dihindari. Ada warnet, bb, ipad, wifi di banyak tempat…itulah realitanya sekarang. Apalagi di kota besar. Apalagi di Bandung.

Continue reading

“Critical Periods” VS “Sensitive Periods”

 

mother and daughter

Image courtesy of Ambro/ FreeDigitalPhotos.net

8 Nov 2012

Dalam dunia perkembangan manusia, kita mungkin sering mendengar frase “critical periods”  atau “masa kritis” (biasanya paling sering kita denger di iklan ya..;). Secara umum, biasanya frase ini dimaknai sebagai “waktu dimana stimulasi untuk aspek tertentu perlu dilakukan. Jika waktu tersebut sudah terlewati, ya sudahlah……”. Misalnya, diyakini bahwa usia 0-5 tahun adalah waktu kritis untuk daya ingat anak, sehingga di rentang usia ini, ibu-ibu yang ingin anak-anaknya menjadi hafidz, harus mulai program menghafal AlQur’an bagi anak-anaknya. Karena kalau sudah lewat usia 5 tahun, sudahlah….

Continue reading