Category Archives: Alzena Masykouri

Membedah Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk

pendidikan-dalam-sepotong-kerupuk

Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk/ Courtesy of Yayasan Dayabunaya

Judul Buku: Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk
Penulis: Alzena Masykouri
Penerbit: Yayasan Dayabunaya
Cetakan Buku: Cetakan I
Tahun: 2016
Tebal: 141 halaman

Di penghujung tahun 2016, kita disuguhi kompilasi tulisan Psikolog Alzena Masykouri, dalam buku terbarunya “Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk.” Selain tulisannya yang ditampilkan di Psychologythoughts, Alzena rajin menulis di media sosial. Diskusinya bersama rekan-rekan, pengalamannya dalam mengasuh putri semata wayangnya, yang dipanggilnya si Eneng, membuat pikirannya lugas tertuang dalam beragam artikel. Continue reading

Kelebihan Energi

boy skating

Image Courtesy by imagerymajestic/ Freedigitalphotos.net

21 Agustus 2015

Pernah melihat anak yang bergerak kesana kemari, seakan tidak mau berhenti untuk beraktivitas? Pada saat orang tuanya sudah merasa lelah, anak ini masih saja naik turun kursi, memanjat jendela atau benda apapun yang bisa dipanjatnya, atau melompat-lompat di atas tempat tidur? Bagaimana reaksi Anda sebagai orang tua, jika anak Anda seaktif itu? Continue reading

Les(s) Stress

kids school

Image Courtesy by digitalart/ Freedigitalphotos.net

Pernah coba menghitung berapa jenis les yang ada di Jakarta ini? Mulai dari les belajar baca-tulis dalam hitungan jam, pelajaran : matematika, bahasa Inggris, Mandarin, privat, bimbingan belajar alias bimbel, les olahraga : aneka beladiri, berenang, sepakbola, tenis, badminton, sepatu roda, berkuda, baseball, dsb. Lalu ada les seni : aneka alat musik, vokal, tari, balet, drama/teater, lukis, gambar. Ada juga les keterampilan khusus seperti robotic, coding, manga/komik, memasak, art & craft, dan semacamnya. Wah, banyak!  Continue reading

Serba-serbi Psikotes Untuk Anak

kid drawing

Image courtesy of Naypong/ Freedigitalphotos.net

14 Februari 2010

Saat ini pemeriksaan psikologi atau yang lebih dikenal dengan psikotes sudah jamak memasuki institusi-institusi pendidikan. Ibu-ibu bahkan anak murid pun dibuat penasaran dengan sesuatu yang disebut psikotes ini. Makhluk apakah itu? Apakah ia sama dengan ujian yang perlu belajar sebelumnya agar bisa mendapatkan nilai baik? Seberapa perlukah anak diberikan psikotes? Continue reading

… And They Will Live Happily Ever After (A Branding Strategy for Our Kids)

1 Mei 2012

Image courtesy of scottchan/ Freedigitalphotos.net

Image courtesy of scottchan/ Freedigitalphotos.net

No.

It’s not a fairy tale.

Tadi siang, saya berada di suatu pusat perbelanjaan mewah yang berada di kawasan bisnis Jakarta. Saya menikmatinya. Saya jarang berada di suasana kerja yang formal. Lingkungan pekerjaan saya tidak mengharuskan setelan kerja resmi, berdasi, atau bersepatu hak tinggi. Jadi, tadi saya benar-benar menikmati pemandangan menjelang makan siang. Para eksekutif berkelompok berjalan lalu lalang. Pasti mereka orang-orang pilihan sehingga bisa berada di sentra bisnis utama di negara ini. Lalu saya berpikir, kualifikasi apa yang mereka miliki sehingga terpilih? Setelah terpilih, bagaimana caranya untuk bisa menjadi unggul dan mendapatkan posisi yang baik sehingga bisa menikmati hidup? Continue reading

“The Importance of Sex Education For 1 to 4 Year Old Children”

The rise of news on harassment and sexual assault on children is surely alarming parents and educators. One contributing factor is that the children, in fact, do not have enough knowledge to protect themselves. Conversation related to sex is still taboo in our culture and society. Sex is considered as inappropriate matter to talk about and to discuss. Not to mention the ‘sex = dirty’ notion that confines the discussions about sex. It becomes the topic of the conversation behind closed doors and most likely distorted because the inaccurate information being transferred.

Continue reading

Pentingnya Pendidikan Seks Untuk Anak Usia 1-4 Tahun

Image courtesy of sscreations/ Freedigitalphotos.net

Image courtesy of sscreations/ Freedigitalphotos.net

Maraknya berita mengenai pelecehan dan kekerasan seksual pada anak tentu mengkhawatirkan orangtua dan juga pendidik. Salah satu faktor penyebabnya ternyata adalah karena anak tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk melindungi dirinya. Budaya yang ada dan berkembang di masyarakat masih menabukan pembicaraan yang berkaitan dengan seksualitas. Seks dianggap tidak pantas untuk dibicarakan dan didiskusikan. Belum lagi anggapan bahwa ‘seks’ = ‘jorok’ yang membatasi pembicaraan mengenai seksualitas menjadi pembicaraan diam-diam dan bisa jadi tak tentu arah karena informasi yang didapatkan tidak tepat.

Continue reading