All posts by arif

AKU – KAMU sebagai Dasar Sebuah Hubungan Sehat (2)

Bagaimana agar hubunganmu tidak menjadi hubungan simbiosis dan beralih pada hubungan sehat? Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan.

Yang pertama, tentunya kenali dirimu sendiri. Kenalilah pikiran-perasaan-kebutuhan-keinginanmu. Lakukan dengan bertanya pada diri dan merenungkannya. Cara mengenali diri lainnya adalah dengan melihat dalam keluhan pasangan terhadapmu, karena dalam keluhannya, pasti ada yang benar. Jadikanlah itu bahan.

Continue reading

AKU – KAMU sebagai Dasar Sebuah Hubungan Sehat (1)

Dalam relasi intim pasangan (baik pacaran maupun pernikahan), ada dua poin penting yang akan selalu berpasangan dan dijaga perimbangannya: closeness dan separateness. Closeness atau kedekatan/keintiman merujuk pada sensitivitas dan keserupaan dua insan yang saling terikat sangat dekat, seperti menyatu. Separateness/keterpisahan merujuk pada kepekaan akan keperbedaan diri sendiri dengan diri pasangan, pikiran-perasaan-kebutuhan diri pribadi.

Continue reading

Pentingnya Pendidikan Seks Untuk Anak Usia 1-4 Tahun

Image courtesy of sscreations/ Freedigitalphotos.net

Image courtesy of sscreations/ Freedigitalphotos.net

Maraknya berita mengenai pelecehan dan kekerasan seksual pada anak tentu mengkhawatirkan orangtua dan juga pendidik. Salah satu faktor penyebabnya ternyata adalah karena anak tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk melindungi dirinya. Budaya yang ada dan berkembang di masyarakat masih menabukan pembicaraan yang berkaitan dengan seksualitas. Seks dianggap tidak pantas untuk dibicarakan dan didiskusikan. Belum lagi anggapan bahwa ‘seks’ = ‘jorok’ yang membatasi pembicaraan mengenai seksualitas menjadi pembicaraan diam-diam dan bisa jadi tak tentu arah karena informasi yang didapatkan tidak tepat.

Continue reading

Pola Asuh Anak Tunggal

Art-Psi Perkembangan 2011

Wednesday, September 07, 2011

single daughter

Image courtesy of stockimages/ Freedigitalphotos.net

Suatu ketika, saat anak saya masih balita, di ruang tunggu dokter saya berbincang dengan beberapa ibu yang sama-sama sedang menunggu giliran dipanggil. Melihat anak saya berlarian ke sana ke mari sendirian, seorang ibu menyapa saya ,”Bu, anaknya main sendirian? Tidak diawasi?”

Saya melihat sejenak ke anak saya, dan dia berhenti berlari, lalu tersenyum. Saya ikut tersenyum, lalu menjawab ibu yang tadi bertanya ,”Oh, tidak. Dia biasa bermain sendiri, atau dengan teman-teman yang ada di sekitarnya. Kenapa, Bu?”

Continue reading

Social Media Eulogy

This morning, I was intrigued by the news on the large number of teenage rape victims as the result of their interaction with strangers from social media. In Depok, a junior high school student was raped by her social network friend, a minivan driver. In the United States, a 19-year-old man charged with raping 13-year-old female friend he met on Facebook. In fact, a man from Lexington County, 35-year-old William Spivey was jailed for allegedly asking a 13 year old boy to have sex with him. Luckily, Spivey’s demand was later discovered by the victim’s mother.

Continue reading

Elegi Media Sosial

Pagi ini, saya tergugah dengan ulasan tentang banyaknya korban perkosaan pada kalangan remaja akibat interaksinya dengan orang asing melalui media sosial. Di Depok, siswi SMP menjadi korban perkosaan yang dilakukan oleh teman jejaring sosialnya yang sehari-hari adalah seorang supir angkot. Di Amerika Serikat, seorang pria berusia 19 tahun didakwa telah memperkosa teman perempuan berusia 13 tahun yang ditemuinya di Facebook. Bahkan, seorang pria asal Lexington County, William Spivey berusia 35 tahun dipenjara atas tuduhan meminta seorang anak berusia 13 tahun untuk melakukan hubungan seksual dengannya. Beruntung, permintaan Spivey tersebut diketahui oleh ibu korban.

Continue reading