Berpikir Positif Saat Menjadi Pembicara Publik

Image courtesy of Kittisak/FreeDigitalPhotos.net

Dalam beberapa kesempatan, Anda tidak dapat menghindar jika diminta untuk berbicara di depan publik. Melakukan presentasi di depan kelas, klien, atau rekan sekantor, atau serta merta menjadi pembicara tanpa persiapan apapun, misalnya impromptu speaker.

Setelah menjadi pembicara di panggung, apakah pernah hal ini terjadi pada diri Anda? Anda kemudian berpikir bahwa seharusnya Anda tidak mengatakan hal yang tadi telah Anda katakan, atau Anda tidak mengungkapkan candaan seperti yang Anda ungkapkan. Seharusnya gestur Anda lebih baik, nada bicara Anda lebih baik, dan seterusnya.
Pemikiran tersebut berulang-ulang terjadi pada diri Anda, setiap kali Anda tampil di depan publik. Lalu apakah ini adalah pemikiran negatif?

Menurut Mervin Yeo, seorang pelatih komunikasi yang juga merupakan Networking Guru, apa yang Anda lakukan bukanlah berpikir negatif. Proses berpikir yang terjadi pada diri Anda disebut proses mereviu yang tidak terfasilitasi.

Setiap kali seorang public speaker atau presenter tampil di atas panggung, ia akan melakukan reviu. Apabila proses reviu itu ia lakukan bersama orang lain, maka proses ini menjadi satu proses yang terfasilitasi. Anda akan bertanya kepada orang tersebut atau rekan Anda tentang:
1) Apa yang kita siapkan untuk kita bagi
2) Apa yang kemudian kita bagikan kepada publik
3) Apa yang menurut kita, seharusnya bisa kita bagikan kepada publik.

Apabila proses reviu ini tidak difasilitasi, atau tidak dilakukan bersama orang lain, maka yang terjadi adalah pikiran-pikiran tersebut Anda kelola sendiri dalam pikiran Anda. Hal ini adalah hal yang biasa terjadi.

Yang perlu Anda lakukan, menurut Mervin, yaitu mengulas apa saja yang Anda butuhkan untuk meningkatkan kapasitas diri Anda, dan menerapkannya saat Anda memiliki kesempatan untuk berbicara di depan publik.

hesti 2013

Hesti Farida Al Bastari, Sarjana Psikologi dari Universitas Padjadjaran, melanjutkan pendidikannya di Magister Sains Psikologi Sosial Universitas Indonesia. Ia adalah associate Konsultan SDM di Jakarta. Pada tahun 2013, bersama rekan komunitas, mengembangkan blog psikologi Psychologythoughts.com.

(Visited 21 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments