Mengenali Gejala Depresi

Image courtesy of Master isolated images/FreeDigitalPhotos.net

Anda memiliki seorang teman kerja yang selalu menyendiri. Apapun ceritanya, bagaimana kisah hidupnya, Anda tidak pernah tahu. Ia berangkat dan pulang kerja dalam kesendirian. Ia tidak punya teman. Ia memiliki peluang untuk depresi.

Anda pun memiliki seorang teman kerja yang periang. Ia punya banyak kawan. Setiap sudut di ruang kantor, ia mampir untuk menyapa. Anda tahu kapan ia datang dan kapan ia akan pulang. Teman Anda ini pun, memiliki peluang untuk depresi.

Depresi tidak terkait dengan apakah seseorang penyendiri atau bukan, introvert atau ekstrovert, laki-laki atau perempuan, anak kecil atau dewasa. Dari Chester Bennington yang seorang vokalis terkenal, Robin Williams yang selalu menghibur, hingga berita lainnya yang kita dengar baru-baru ini, hampir semua orang, memiliki peluang, untuk mengalami depresi.

Bagaimana Anda kemudian mengenali gejala orang yang mengalami depresi, yang mungkin saja dialami oleh orang terdekat Anda? Pahami hal berikut. Pertama, terjadi perubahan besar dalam hidupnya, yang menimbulkan tingkat stres tinggi, bisa jadi kematian, kelahiran, pekerjaan baru, perubahan lingkungan kerja, pernikahan, banyaknya faktor penyebab stres dalam waktu yang bersamaan, dapat meningkatkan resiko orang terkena depresi.

Kedua, adanya perubahan perilaku yang ekstrim, dari kebiasaan sehari-hari. Jika tadinya ia adalah orang yang ceria, tiba-tiba jadi pemurung. Atau dari yang pendiam, menjadi banyak bicara.

Ketiga, tekanan hidup yang berkepanjangan, urusan yang tidak diselesaikan, sehingga muncul masalah yang menumpuk.

Keempat, tidak adanya sistem dukungan yang baik dari keluarga dekat, dan lingkungan sekitar. Ketidakpedulian dari orang sekitar terhadap masalah yang dialami, dapat memicu depresi. Orang yang mengalami depresi, tidak membutuhkan penghakiman dari lingkungan sekitarnya. Solusi jangka panjang yang diberikan tidak akan berlaku, berikanlah pandangan-pandangan alternatif yang mungkin menjadi jalan keluar.

Kelima, mendapatkan tekanan dari lingkungan sekitar. Media sosial, dimana rahasia pribadi dapat dibuka dan semua orang dapat memberikan penilaian atas kehidupan kita, dapat menambah stres.

Keenam, faktor fisiologis, seperti diet yang buruk, sakit parah, berada dalam pengaruh obat-obatan atau psikotropika.

Memutuskan untuk mendampingi orang yang mengalami depresi, pasti akan menghabiskan cukup waktu dan materi. Namun keputusan Anda untuk peduli pada lingkungan sekitar, dapat menyelamatkan satu kehidupan.

Apabila ada orang di sekitar lingkungan Anda yang menunjukkan gejala depresi, atau Anda sendiri mengalami gejala tersebut, segera kontak Psikolog atau tenaga kesehatan terdekat.

Informasi mengenai Psikolog terdekat di sekitar Anda, silakan hubungi email psychologythoughts@gmail.com

Atau menghubungi hotline Kemenkes untuk kesehatan jiwa: 500-454

Mari kita lebih peduli, untuk Indonesia yang lebih baik.

hesti 2013

Hesti Farida Al Bastari, adalah Sarjana Psikologi dari Universitas Padjadjaran, bekerja paruh waktu sebagai associate untuk Konsultan HR di Jakarta. Dengan rekan-rekannya sesama alumni, tahun 2013 ia mengembangkan blog psikologi Psychologythoughts.com.

(Visited 39 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments