Memahami Adjustment Disorder

Image courtesy of artur84/FreeDigitalPhotos.net

Anda mengalami stres dan merasa cemas berlebihan setelah beberapa waktu, karena adanya perubahan yang terjadi dalam kehidupan Anda. Perubahan itu bisa mencakup adanya kelahiran, pindah rumah, atau kematian orang terdekat. Bisa jadi, Anda mengalami apa yang disebut dengan Adjustment Disorder.

Menurut Mayo Clinic, gejala adjustment disorder dapat mencakup hal berikut:
– Merasa sedih, putus asa, atau tidak menikmati hal yang biasanya Anda suka lakukan
– Sering menangis
– Merasa cemas atau khawatir, gugup, gelisah, atau tertekan
– Sulit tidur
– Kehilangan nafsu makan
– Sulit berkonsentrasi
– Merasa kewalahan melakukan sesuatu
– Sulit melakukan kegiatan sehari-hari
– Menarik diri dari kehidupan sosial
– Menghindari hal-hal penting misalnya bekerja atau membayar tagihan
– Berpikir atau berniat untuk bunuh diri

Gejala di atas dimulai sejak tiga bulan dari munculnya penyebab stres dan berlangsung tidak lebih dari 6 bulan setelah kejadian. Namun, adjustment disorder yang lebih kronis dapat berlangsung lebih dari 6 bulan, terutama bila penyebab stresnya tidak dapat diatasi, misalnya karena terkena PHK.

Tulisan ini bukan merupakan pengganti saran para ahli kesehatan. Jika Anda merasakan gejala-gejala seperti di atas, atau sulit menjalani keseharian Anda, pergilah ke dokter atau psikolog untuk mendapatkan penanganan agar kehidupan Anda bisa kembali lebih baik.

Kenali penyebab stres berikut yang mungkin menyebabkan adjustment disorder:
– Masalah pernikahan atau perceraian
– Masalah hubungan atau interpersonal
– Perubahan situasi, misalnya pensiun, mempunyai bayi, atau masuk asrama
– Situasi yang beragam, misalnya kehilangan pekerjaan, kehilangan orang yang dicintai atau masalah finansial
– Masalah di sekolah atau di rumah
– Pengalaman yang mengancam jiwa, misalnya serangan fisik, perang, atau bencana alam,
– Penyebab stres yang sedang berlangsung, misalnya menderita penyakit atau tinggal di lingkungan yang penuh kejahatan.

Pengalaman hidup Anda dapat mempengaruhi cara Anda menghadapi stres. Resiko Anda mengalami adjustment disorder meningkat jika Anda:
– Mengalami stres yang signifikan saat masa kecil
– Memiliki gangguan kejiwaan lainnya
– Memiliki sejumlah kesulitan hidup yang terjadi di waktu yang bersamaan.

Jika adjustment disorder tidak diatasi, dapat mengarah kepada masalah kejiwaan yang lebih serius misalnya anxiety disorder, depresi, atau kecanduan obat-obatan.

Sumber:

Mayo Clinic, Adjustment Disorder, diunduh dari situs http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/adjustment-disorders/home/ovc-20310957

hesti 2013

Hesti Farida Al Bastari, adalah Sarjana Psikologi dari Universitas Padjadjaran, bekerja paruh waktu sebagai associate untuk Konsultan HR di Jakarta. Dengan rekan-rekannya sesama alumni, tahun 2013 ia mengembangkan blog psikologi Psychologythoughts.com.

(Visited 33 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments