Membedah Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk

pendidikan-dalam-sepotong-kerupuk

Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk/ Courtesy of Yayasan Dayabunaya

Judul Buku: Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk
Penulis: Alzena Masykouri
Penerbit: Yayasan Dayabunaya
Cetakan Buku: Cetakan I
Tahun: 2016
Tebal: 141 halaman

Di penghujung tahun 2016, kita disuguhi kompilasi tulisan Psikolog Alzena Masykouri, dalam buku terbarunya “Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk.” Selain tulisannya yang ditampilkan di Psychologythoughts, Alzena rajin menulis di media sosial. Diskusinya bersama rekan-rekan, pengalamannya dalam mengasuh putri semata wayangnya, yang dipanggilnya si Eneng, membuat pikirannya lugas tertuang dalam beragam artikel.
Pendidikan dalam Sepotong Kerupuk adalah kumpulan tulisan Alzena Masykouri seputar dunia pendidikan. Psikolog kerap dilabeli dengan jargon “Psikologi untuk Anda”. Namun Alzena menerapkan ilmu psikologi perkembangan yang dimilikinya dalam membesarkan si Eneng. Bukan berarti seorang Psikolog melakukan prinsip parenting tanpa kesalahan. Sama seperti orang tua lainnya, Alzena juga belajar. Bedanya, Alzena rutin mendokumentasikan proses pengasuhannya itu sehingga menjadi kumpulan tulisan yang tentunya berbobot, karena psikologi klinis anak dan remaja adalah spesialisasi Alzena.

Buku ini ditulis dengan bahasa sehari-hari yang lugas dan tidak terlalu banyak dibumbui oleh bahasa teknis. Anggaplah kita membaca kisah seorang Ibu yang kadang mengalami kesulitan dalam mengasuh putri yang beranjak remaja. Beberapa artikel memberikan inspirasi, dan beberapa berisi tips yang bertujuan memudahkan orang tua untuk mengatasi masalah terkait dengan anak mereka. Alzena, selain berusaha memecahkan masalahnya, ia juga berbagi dengan orang tua yang lain terkait pemecahan masalah itu.

Beberapa artikel yang cukup menarik di antaranya adalah The Battle of Wits. Tulisan ini menggambarkan perubahan peran orang tua dari yang tadinya mengasuh seorang anak kecil yang manis, menjadi seorang remaja yang dipengaruhi oleh hormon pubertas. Bukan sekedar anaknya yang berubah, pola komunikasi dan peran orang tua pun mesti menyesuaikan dengan perkembangan anak. Atau artikel Tahapan Penggunaan Gadget bagi Anak di Bawah Usia 18 Tahun Versi Saya. Alzena memiliki panduan tahapan penggunaan gadget sesuai dengan perkembangan, menurut versinya. Tulisan tersebut dikembangkan dari pengalaman Alzena dalam mengelola waktu putrinya menggunakan gadget. Alih-alih melarang penggunaan gadget sama sekali, melatih anak agar dapat mengelola penggunaannya sejak dini menjadi pilihan Alzena.

Membaca buku Alzena membuat kita mengevaluasi kembali pola pengasuhan yang telah kita jalani. Apakah kita menerapkan pengasuhan yang terbaik bagi anak kita atau yang terbaik menurut kita? Sudahkah kita bertanya kepada anak kita, saat mereka beranjak besar, apa yang mereka mau? Siapkah kita bila anak kita memberikan kritik terhadap pola pengasuhan yang kita jalankan? Apapun pertanyaan kita, hidangan Kerupuk yang disiapkan oleh Alzena telah tersaji, mari kita nikmati.

hesti 2013

Hesti Farida Al Bastari, adalah Sarjana Psikologi dari Universitas Padjadjaran, bekerja part time sebagai associate untuk Konsultan HR di Jakarta. Dengan rekan-rekannya sesama alumni, tahun 2013 ia mengembangkan blog psikologi Psychologythoughts.com.

Profil Penulis buku:

alzena masykouri 2

Alzena Masykouri, M. Psi-Psikolog Anak & Remaja – Pendidikan.

Alzena merupakan alumni Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran angkatan 1995. Melanjutkan studi di Magister Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dengan spesialisasi Klinis Anak dan Psikologi Pendidikan dan lulus di tahun 2002, Alzena saat ini aktif menjadi narasumber perihal psikologi anak di media massa. Ia dapat dihubungi di Bestariku (www.bestariku.co.id), Pusat Edukasi Anak dan Keluarga di daerah Bintaro, Tangerang Selatan.

(Visited 49 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments