Serba-serbi Phobia

scared

Image Courtesy of graur razvan ionut/Freedigitalphotos.net

Anda merasakan ketakutan terhadap sesuatu yang pada orang lain sebenarnya tidak menimbulkan rasa takut. Takut air, misalnya, sehingga Anda tidak berani berenang. Takut kegelapan, takut tempat sempit, bahkan takut melihat kancing-kancing bulat yang bertebaran di lantai. Anda tahu bahwa rasa takut itu tidak beralasan. Mungkin Anda mengalami apa yang disebut sebagai Phobia.

Phobia dalam dunia medis dikategorikan sebagai gangguan kecemasan, yang persisten muncul terhadap suatu obyek atau situasi. Dalam Mayo Clinic disebutkan, phobia adalah ketakutan yang berlebihan dan tidak beralasan terhadap suatu obyek atau situasi yang memiliki sedikit bahaya namun membangkitkan rasa cemas dan ingin menghindar. Keberadaan phobia sifatnya jangka panjang, memunculkan reaksi fisik dan psikologis, dan dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk berfungsi secara normal di lingkungan kerja atau sosial.

Ada banyak jenis phobia, dan tidak semua phobia membutuhkan perawatan. Jika phobia sudah cukup mengganggu keseharian Anda, waktunya Anda untuk menghubungi tenaga medis seperti psikiater, psikolog, atau terapis.

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-V), banyaknya jenis phobia dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok besar phobia, yaitu:

 

1. Agoraphobia
Rasa takut meninggalkan rumah atau lingkungan kecil yang dikenal ‘aman’, dan terhadap serangan panik yang mungkin mengikutinya. Bisa juga dikarenakan adanya beragam phobia spesifik misalnya takut terhadap tempat terbuka, dipermalukan secara sosial (social agoraphobia), takut terkontaminasi (takut kuman, bisa jadi karena adanya Obsessive Compulsive Disorder) atau PTSD (Post Traumatic Stress Disorder, lihat disini) terkait dengan trauma yang terjadi di luar ruangan.

2. Social Phobia
Dikenal juga dengan Social Anxiety Disorder, dimana situasi sosial menjadi sumber ketakutan karena individu yang bersangkutan merasa khawatir, akan penilaian orang lain terhadapnya.

3. Specific Phobia

Rasa takut terhadap obyek atau situasi sosial tertentu yang dengan cepat dapat menghasilkan kecemasan dan kadang menghasilkan serangan panik. Phobia spesifik dapat dibagi menjadi lima kategori: tipe hewan, tipe lingkungan alam, tipe situasional, tipe darah-suntikan-luka, dan lainnya.

Berikut ini adalah beberapa jenis specific phobia:

Glossophobia: Rasa takut tampil di depan umum, atau bicara di hadapan penonton. Gejala fisik muncul bahkan saat mereka hanya memikirkan bagaimana tampil di depan sekelompok orang.

Acrophobia: Rasa takut ketinggian. Orang dengan phobia ini akan menghindari pegunungan, jembatan, atau lantai dan bangunan tinggi. Gejala yang muncul mencakup vertigo, pusing, berkeringat dan perasaan mau pingsan.

Klaustrophobia: Rasa takut berada di tempat yang sempit atau tertutup. Klaustrophobia akut dapat membuat orang yang mengalaminya tidak dapat mengendarai mobil atau naik lift.

Aviatophobia: Takut terbang.

Dentophobia: Takut terhadap dokter gigi atau prosedur dokter gigi. Phobia ini uumumnya muncul setelah pengalaman tidak menyenangkan di dokter gigi. Bisa jadi berbahaya jika mencegah Anda untuk mendapatkan perawatan gigi.

Hemophobia: Takut terhadap darah atau luka. Orang dengan hemophobia dapat pingsan saat melihat darah mereka sendiri atau darah orang lain.

Arachnophobia: Takut terhadap laba-laba.

Cynophobia: Takut terhadap anjing.

Ophidiophobia: Takut terhadap ular.

Nyctophobia: Takut terhadap malam hari atau kegelapan. Phobia ini biasanya berawal di masa kanak-kanak. Namun jika berlanjut hingga remaja, maka ketakutan ini dapat dikategorikan sebagai phobia.

Koumpounophobia: Adalah tipe phobia yang jarang terjadi namun ternyata juga ada. Yaitu rasa takut terhadap kancing pakaian. Phobia ini bisa mengganggu karena menyebabkan Anda tidak dapat memakai pakaian yang ada kancingnya atau menghindari acara tertentu karena di dalamnya ada orang-orang yang menggunakan pakaian dengan banyak kancing.

Jenis phobia apapun yang Anda alami, gejala yang kerap muncul yaitu sebagai berikut:

  • Perasaan panik yang tidak dapat dikontrol, teror atau rasa takut luar biasa jika dihadapkan pada sumber rasa takut
  • Perasaan bahwa Anda harus melakukan apapun yang mungkin dilakukan untuk menghindari rasa takut
  • Ketidakmampuan berfungsi dengan normal dikarenakan oleh rasa cemas
  • Reaksi fisik dan psikologis, mencakup berkeringat, debaran jantung menjadi cepat, kesulitan bernafas, perasaan panik atau rasa cemas yang intens
  • Sering kali, Anda tahu bahwa rasa takut yang Anda miliki tidak beralasan atau malah berlebihan, namun merasa tidak kuasa untuk mengendalikannya
  • Dalam beberapa kasus, bahkan kecemasan bisa muncul hanya dengan memikirkan sumber rasa takut Anda
  • Pada anak-anak, dapat terjadi tantrum, berpegangan erat atau menangis

Terapi yang biasanya diberikan untuk phobia, selain pengobatan medis, yaitu terapi, mencakup Cognitive Behavior Therapy, Systematic Desensitization, Medications, dan Hipnoterapi.

Sumber:
Andrea Wodele & Matthew Solan, Phobias, 11 Desember 2015, diakses dari situs Healthline http://www.healthline.com/health/phobia-simple-specific#Treatment6
Mayo Clinic Staff, Phobias, diakses dari situs Mayo Clinic http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/phobias/basics/symptoms/con-20023478
Fear of Buttons Phobia, http://www.fearof.net/fear-of-buttons-phobia-koumpounophobia/

hesti 2013

Hesti Farida Al Bastari, adalah Sarjana Psikologi dari Universitas Padjadjaran, bekerja part time sebagai associate untuk Konsultan HR di Jakarta. Dengan rekan-rekannya sesama alumni, tahun 2013 ia mengembangkan blog psikologi Psychologythoughts.com.

(Visited 49 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments