Memahami Seasonal Affective Disorder

girl deppressed

Image courtesy of nenetus/Freedigitalphotos.net

Anda sedang menjalani studi di negara empat musim dan kemudian merasakan adanya perubahan mood pada diri Anda seiring dengan adanya pergantian musim. Bisa jadi Anda mengalami apa yang disebut dengan SAD, atau seasonal affective disorder.
Seasonal Affective Disorder adalah salah satu jenis depresi yang terkait dengan pergantian musim, dimulai dan berakhir pada waktu yang sama dalam setahun. Jika Anda mengalami hal yang sama dengan yang terjadi pada sebagian besar orang dengan SAD, gejala yang dialami akan mulai muncul pada musim gugur dan berlanjut pada bulan-bulan musim dingin, menguras energi Anda dan membuat Anda mengalami perubahan mood. Kadang-kadang SAD menyebabkan depresi di musim semi atau awal musim panas.

Berikut gejala depresi yang mungkin merupakan bagian dari SAD:

– Merasakan depresi sepanjang hari, hampir setiap hari
– Merasakan keputusasaan atau ketidakberdayaan
– Merasa kekurangan energi
– Kehilangan minat pada kegiatan yang sebelumnya disenangi
– Mengalami masalah tidur
– Mengalami perubahan selera makan atau berat badan
– Merasa malas atau gelisah
– Merasa sulit berkonsentrasi
– Berulang kali memiliki pikiran untuk mati atau bunuh diri

SAD musim gugur dan musim dingin

Ada pula gejala yang spesifik terjadi pada SAD di musim dingin, yang biasanya disebut depresi musim dingin, yang dapat mencakup:

– Mudah marah
– Merasa lelah atau kurang energi
– Bermasalah dalam berhubungan dengan orang lain
– Merasa sangat sensitif terhadap penolakan
– Merasakan berat dan malas pada tangan atau kaki
– Terlalu banyak tidur
– Perubahan pola makan, terutama menginginkan makanan yang tinggi karbohidrat
– Kenaikan berat badan

SAD musim semi dan musim panas

Ada gejala-gejala yang spesifik untuk SAD yang terjadi pada musim panas, atau disebut juga depresi musim panas, dapat mencakup:

– Depresi
– Sulit tidur (insomnia)
– Kehilangan berat badan
– Sulit makan
– Merasakan kegelisahan atau kecemasan

Normalnya, Anda mungkin merasakan beberapa hari merasa sedih atau tidak bahagia. Namun jika anda merasakan gejala di atas selama berhari-hari pada waktu tertentu dan merasa tidak termotivasi untuk mengerjakan kegiatan yang biasanya Anda kerjakan, maka itulah waktu Anda untuk menemui dokter atau tenaga medis. Hal ini khususnya menjadi sangat penting jika pola tidur dan nafsu makan Anda berubah atau Anda merasa tidak berdaya, berpikir untuk bunuh diri, atau memilih mengkonsumsi alkohol untuk merasa nyaman atau rileks.

Sumber:

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/seasonal-affective-disorder/basics/definition/con-20021047

hesti 2013

Hesti Farida Al Bastari, adalah Sarjana Psikologi dari Universitas Padjadjaran, bekerja part time sebagai associate untuk Konsultan HR di Jakarta. Dengan rekan-rekannya sesama alumni, tahun 2013 ia mengembangkan blog psikologi Psychologythoughts.com.

(Visited 55 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments