Kenali PTSD dan Gejalanya

grief

Image courtesy of Stuart Miles/Freedigitalphotos.net

Setelah kejadian traumatis yang mengancam hidup dan rasa aman seseorang, atau membuat dirinya merasa tidak berdaya, Post Traumatic Stress Disorder dapat terjadi. PTSD bukan hanya terjadi pada kasus berat seperti perkosaan atau korban perang, namun pada semua kejadian atau serangkaian kejadian yang tampaknya dapat mengancam diri seseorang yang menyebabkannya merasakan ketidakberdayaan atau keputusasaan. Potensi lebih besar terjadi jika kejadian tersebut dirasa berada di luar kendali dirinya dan tidak dapat diprediksi.

PTSD dapat mempengaruhi seseorang yang mengalami kejadian tersebut secara langsung, mereka yang menyaksikannya, dan mereka yang mendengarkan kisah tersebut setelah kejadian, termasuk para relawan, petugas medis dan para penegak hukum. PTSD juga bahkan dapat terjadi pada teman-teman atau keluarga dari mereka yang mengalami trauma akibat kejadian.

Contoh kejadian yang dapat menyebabkan PTSD mencakup perang, bencana alam, kecelakaan mobil atau pesawat, serangan teroris, kematian mendadak dari orang yang tersayang, perkosaan, penculikan, penyerangan, kekerasan fisik atau seksual, atau pengabaian saat masa kecil.

Gejala PTSD

Hal yang perlu dicatat adalah orang dapat merasakan gejala-gejala PTSD yang berbeda. Gejala PTSD dapat berkembang dalam hitungan jam atau hari setelah kejadian traumatis, atau bahkan dalam hitungan pekan, bulanan, atau bahkan tahunan sebelum gejala PTSD muncul.

Ada tiga gejala utama PTSD dan gejala berikut dapat muncul tiba-tiba, perlahan-lahan, atau datang seiring dengan waktu

1. Mengulang kembali pengalaman akan kejadian traumatis. Hal ini mungkin mencakup ingatan-ingatan, kilasan, dan mimpi-mimpi buruk, mencakup pula perasaan distres atau reaksi fisik yang intens saat teringat kejadian traumatis tersebut (misalnya berkeringat, jantung berdebar, atau mual dan muntah).
2. Menghindar dari hal-hal yang dapat mengingatkan kembali pada trauma. Yang bersangkutan berusaha untuk menghindar dari kegiatan, tempat, atau pikiran-pikiran yang mengingatkannya pada trauma atau malah menjadi tidak mampu untuk mengingat aspek yang penting dari kejadian traumatis. Ia bisa jadi merasa menjauh dari orang lain dan merasa kebas secara emosional, atau kehilangan minat pada kegiatan-kegiatan dan kehidupan pada umumnya, hanya merasakan adanya masa depan yang terbatas untuk diri sendiri.
3. Meningkatnya kecemasan dan kondisi emosional mudah terpancing. Gejala ini mencakup sulit tidur, mudah merasa tersinggung atau marah meledak-ledak, sulit berkonsentrasi, mudah kaget, dan merasa sangat waspada.

Gejala lain dari PTSD:

a. Rasa bersalah, malu, atau menyalahkan diri sendiri
b. Penggunaan zat psikotropika
c. Merasa tidak percaya dan dikhianati
d. Depresi dan tidak berdaya
e. Pikiran dan perasaan ingin bunuh diri
f. Rasa sakit dan nyeri fisik

Gejala PTSD pada anak-anak dan remaja

Pada anak-anak terutama mereka yang lebih muda, gejala PTSD dapat berbeda dari orang dewasa dan dapat mencakup:

1. Perasaan takut terpisah dari orang tua
2. Kehilangan keahlian yang sebelumnya sudah dimiliki (misalnya toilet training, sehingga kemudian ia menjadi mengompol)
3. Gangguan tidur dan mimpi buruk tanpa isi yang dapat dikenali
4. Bermain dengan muram, kompulsif dimana tema-tema atau aspek tertentu dari trauma diulang-ulang
5. Fobia dan kecemasan yang baru yang terlihat tidak ada hubungannya dengan trauma (misalnya takut pada monster)
6. Berusaha keluar dari trauma melalui permainan, cerita, atau gambar
7. Merasa sakit atau nyeri tanpa sebab yang jelas
8. Mudah tersinggung dan agresif.

Apabila Anda menemukan gejala di atas, segera melakukan konsultasi pada psikolog atau ahli medis terdekat.

Untuk informasi lebih lengkap tentang PTSD dapat dibaca di www.helpguide.org

Sumber: http://www.helpguide.org/articles/ptsd-trauma/post-traumatic-stress-disorder.htm

hesti 2013

Hesti Farida Al Bastari, adalah Sarjana Psikologi dari Universitas Padjadjaran, bekerja part time sebagai associate untuk Konsultan HR di Jakarta. Dengan rekan-rekannya sesama alumni, tahun 2013 ia mengembangkan blog psikologi Psychologythoughts.com.

(Visited 103 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments