Mengelola Harapan

human hope

Image courtesy of adamr/Freedigitalphotos.net

Dalam memimpin jalannya suatu bisnis, bertemu dengan klien, melakukan perubahan, atau mengelola suatu kegiatan, memiliki kemampuan untuk mengelola harapan sangatlah penting. Hal ini tidak diungkapkan secara gamblang sebagai salah satu kompetensi individu, namun kerapkali disebutkan di buku-buku teks yang terkait dengan manajemen perubahan.

Anda mungkin bertemu dengan beberapa pimpinan yang, menjanjikan banyak hal pada suatu waktu dan pada akhir kepemimpinan mereka, mereka menyisakan banyak kekecewaan. Ada beberapa tipe orang yang seperti ini, dan jika mereka mendapati bahwa diri mereka adalah orang yang terlalu banyak memberikan janji-janji, maka belajar bagaimana mengelola harapan ini akan menjadi salah satu rahasia mereka, untuk dapat mencapai tujuan mereka dan membuat orang yang terlibat di dalam kepemimpinan mereka merasa bahagia.

1. Memiliki Visi itu baik, namun jangan terlalu banyak menjanjikan apapun

Terlalu banyak berjanji kadang menjadi salah satu kelemahan pemimpin yang sangat berpikir positif. Jika Anda tidak banyak menjanjikan hal besar kepada klien atau bawahan Anda, namun Anda bekerja keras untuk mewujudkannya, hasil yang Anda dapatkan akan di luar ekspektasi dan besar kemungkinan Anda akan lebih dihargai. Lebih baik Anda fokus untuk mengerjakan satu hal yang Anda tuju dalam satu waktu, dan mengajak tim Anda untuk bekerja sama mencapainya.

2. Komunikasi

Berkomunikasilah dengan semua stakeholder yang terlibat, baik klien, sponsor, dan yang terutama adalah tim Anda, pastikan bahwa tidak ada perbedaan pandangan mengenai apa yang sedang Anda tuju dan apa yang semua orang harapkan. Dengan berkomunikasi, Anda dapat menghapus asumsi-asumsi yang tidak berdasar yang biasanya hadir pada saat Anda memulai tim baru.

3. Memberikan laporan

Laporan yang update terhadap orang-orang terlibat membuat mereka dapat mengetahui apa yang sebenarnya Anda dan orang-orang di tim Anda sedang lakukan. Apabila kemudian terjadi perubahan dan Anda perlu menyesuaikan target Anda, maka semua orang sudah siap dan mengantisipasinya.

4. Menerima umpan balik

Setelah Anda memberikan laporan, Anda akan menerima umpan balik terhadap proses pekerjaan yang sedang Anda lakukan. Umpan balik tersebut bisa positif atau negatif. Waspadalah bila semua umpan balik yang Anda terima adalah positif, karena bisa jadi orang tidak berani untuk memberikan masukan kepada Anda melalui umpan balik negatif. Hal tersebut bisa jadi karena orang-orang di sekitar tidak menyatakan yang sebenarnya, atau mereka sangat khawatir akan reaksi dari Anda.

hesti 2013

Hesti Farida Al Bastari, adalah Sarjana Psikologi dari Universitas Padjadjaran, bekerja part time sebagai associate untuk Konsultan HR di Jakarta. Dengan rekan-rekannya sesama alumni, tahun 2013 ia mengembangkan blog psikologi Psychologythoughts.com.

(Visited 72 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments