Konformitas dan Tekanan Kelompok

elevator

Image courtesy of stockimages/Freedigitalphotos.net

Penelitian ini adalah salah satu penelitian klasik dalam kajian psikologi. Solomon Asch di tahun 1962 melakukan studi mengenai konformitas, yaitu suatu perubahan perilaku yang disebabkan oleh adanya tekanan sosial. Eksperimen sosial yang sangat sederhana. Seseorang masuk ke dalam lift yang di dalamnya kemudian masuk rekan-rekan peneliti. Bila biasanya saat masuk ke dalam lift, orang akan menghadap ke pintu lift, di lift ini semua orang menghadap membelakangi pintu. Sebuah kamera tersembunyi disiapkan untuk mengamati perilakunya.

Orang tersebut awalnya merasa aneh karena orang-orang di sekitarnya berdiri membelakangi pintu. Dia terlihat tidak senang. Ia yang tadinya berdiri menghadap pintu lift menimbang-nimbang apakah akan tetap menghadap pintu lift, ataukah berbalik membelakangi pintu. Beberapa saat kemudian, pintu lift terbuka, dan kita melihat bahwa semua orang sudah menghadap membelakangi lift. Hal ini terjadi pula pada orang-orang yang masuk ke lift tersebut setelahnya.

Beberapa penelitian selanjutnya mengenai konformitas menunjukkan bahwa orang-orang dapat mengikuti tekanan kelompok, meskipun apa yang dilakukan kelompok tersebut jelas-jelas salah. Dr Pratkanis pada tahun 1991 mengulangi penelitian Solomon Asch (1951), yang disebut dengan Dateline Experiment. Seorang partisipan masuk ke dalam ruangan dan memilih kartu mana yang paling tepat dengan kartu yang dicontohkan, dan orang-orang di sekitar partisipan yang sebenarnya merupakan rekanan peneliti memberikan jawaban yang jelas-jelas salah.

Beberapa partisipan serta merta mengubah jawabannya menjadi jawaban kelompok, meskipun ada beberapa partisipan yang masih tetap teguh dengan pendiriannya. Mereka yang mempertahankan pendiriannya, merasakan ketidaknyamanan dan menganggap bahwa dirinya adalah yang bodoh karena memberikan jawaban yang berbeda dari jawaban kelompok.

Beragam variasi dari eksperimen Asch kemudian berkembang dan konformitas dalam kelompok akibat tekanan kelompok ternyata tidak selalu terjadi, hal ini antara lain disebabkan:

– Di dalam kelompok, ada orang yang memberikan pendapat yang sama
– Ada orang lain di dalam kelompok yang memberikan jawaban berbeda dari pendapat kelompok (jawaban yang berbeda menyebabkan adanya ketidakseragaman suara)
– Ada komitmen yang dibuat sebelum partisipan dihadapkan pada kondisi konformitas
– Bila jawaban yang diberikan dipastikan akan dijaga kerahasiaannya dan bukan untuk diungkapkan ke publik

Sedangkan konformitas dalam kelompok dapat meningkat jika:
– Partisipan tidak merasa yakin akan posisinya di dalam kelompok, apalagi jika kelompok tersebut diyakini sangat memikat partisipan untuk tergabung di dalamnya
– Anggota kelompok yang merupakan seorang ahli di bidangnya, atau yang dianggap penting atau atraktif, atau yang memiliki kesamaan dengan partisipan

Fenomena konformitas ini dapat terjadi di kehidupan sehari-hari saat orang bergabung dalam kelompok. Akan lebih terlihat pada kelompok yang anggotanya mengembangkan identitas kelompok yang kuat, misalnya pada institusi pendidikan, organisasi profesi, atau organisasi politik. Hal yang menjadi catatan adalah akan menjadi hal yang baik bila konformitas ini membuat anggota baru turut mengikuti nilai-nilai positif yang ada di dalam kelompok, namun menjadi masalah jika nilai yang dimiliki kelompok tersebut adalah nilai yang jelas-jelas salah.

Sumber:

Prudential: Everybody’s doing it, copyright by Candid Camera, diakses di youtube https://www.youtube.com/watch?v=BgRoiTWkBHU
Asch, S.E. (1951). Effects of group pressure on the modification and distortion of judgments. In H. Guetzkow (Ed.), Groups, leadership and men(pp. 177–190). Pittsburgh, PA:Carnegie Press.
Social Beliefs and Judgements. Chapter 3 of Myers.D.G.  (2012). Social Psychology 11th Ed. New York: Mc Graw-Hill.
Turner, M. E., Pratkanis, A. R., Probasco, P., & Leve, C. (1992). Threat, cohesion, and group effectiveness: Testing a social identity maintenance perspective on groupthink. Journal of Personality and Social Psychology, 63(5), 781.
Plous, Scott. (2013). Coursera. Wesleyan University. Social Psychology Class: Lecture 3.3. Group Pressure and Conformity.

hesti 2013

Hesti Farida Al Bastari, adalah Sarjana Psikologi dari Universitas Padjadjaran, bekerja part time sebagai associate untuk Konsultan HR di Jakarta. Dengan rekan-rekannya sesama alumni, tahun 2013 ia mengembangkan blog psikologi Psychologythoughts.com.

(Visited 545 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments