Kerja Kok Nggak Di Kantor?

teamwork

Image courtesy of Ambro/Freedigitalphotos.net

Mungkin pertanyaan gagap itu pernah muncul di benak Anda begitu melihat seseorang yang tidak terlihat pergi ke kantor, namun dapat hidup dan memenuhi segala kebutuhannya. Tenang… Dia tidak sedang memelihara tuyul kok. Itu cuma mitos yang tidak jelas kebenarannya.

Jangan salah menduga dan berprasangka negatif terlebih dahulu. Ini semua mungkin terjadi sejak digital startup mulai menggeliat. Apa itu digital startup? Digital startup adalah istilah yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan baru yang memanfaatkan teknologi digital untuk tumbuh dan berkembang.

Karakteristik digital startup antara lain: usia perusahaan rata-rata masih di bawah 3 tahun, jumlah karyawan kurang dari 20 orang, pendapatan kurang dari $100.000 per tahun, masih dalam tahap berkembang, umumnya bergerak di bidang teknologi informasi, produk yang dibuat berupa aplikasi dalam bentuk digital, dan biasanya beroperasi melalui website. Digital startup menurut catatan mulai berkembang di dunia sejak tahun 1990 hingga tahun 2000-an. Namun mulai terasa berkembang di Indonesia sejak tahun 2011.

Jadi, kerja di mana, kalau tidak di kantor? Mungkin itu pertanyaan Anda? Sejak tahun 2011, muncul yang namanya co-working space, yang diinisiasi oleh Bandung Digital Valley/BDV, pada bulan Desember 2011. BDV adalah co-working space gratis pertama yang diluncurkan oleh Telkom, berlokasi di R&D Center milik Telkom. Tempat ini memiliki luas 1200 meter persegi, dan Telkom mengizinkan orang-orang menggunakannya sebagai co-working space atau tempat bekerja bersama.

BDV dibangun untuk mendukung dan memfasilitasi perusahaan atau produk milik technopreneur atau developer dan menjembatani mereka dengan target pasarnya. Co-working space ini sendiri bisa menampung 100 orang. Untuk bisa menempati BDV, Anda hanya perlu mendaftarkan diri di situsnya.

Itu hanyalah salah satu co-working space yang ada di Indonesia. Sekarang jumlahnya bejibun. Banyak bermunculan layaknya cendawan di musim hujan, terutama di kota-kota besar. Untuk bekerja di sebuah co-working space, masing-masing provider co-working space akan mengeluarkan kebijakan tentang biaya sewa, baik itu per-jam, bulanan maupun tahunan. Bahkan ada istilah member dan non-member. Anda bisa memilih sesuai kebutuhan.

Fasilitas yang disediakan oleh sebuah co-working space sangat memadai, antara lain: koneksi internet kecepatan tinggi, ruangan meeting, locker pribadi, printer, scanner, mesin fotokopi, peralatan kantor, toilet, dapur, hingga minuman. Sadar atau tidak, sesungguhnya saat ini seseorang bisa mengoptimalkan dirinya, berkarya hanya dengan mengandalkan sebuah ruang yang memiliki koneksi internet, stop kontak listrik, meja dan kursi untuk bekerja. Koneksi internet membuatnya terhubung dengan rekan-rekan kerja di seluruh dunia.

Saya melihat beberapa tahun ke depan, kebutuhan untuk berpindah dari rumah menuju kantor dan sebaliknya akan menjadi berkurang, karena setiap orang bisa bekerja dari rumah masing-masing. Jika hal ini terjadi maka akan terjadi penghematan di segala lini, terutama kebutuhan akan bahan bakar minyak. Indeks kebahagiaan kita pun akan meningkat, karena waktu yang dihabiskan bersama keluarga akan jauh lebih banyak. Tingkat kemakmuran pun akan meningkat karena bekerja melalui internet pun menjanjikan penghasilan yang tidak sedikit.

Jadi, sangat mungkin seseorang bekerja tidak di kantor, karena saat ini sudah bertebaran yang namanya co-working space. Mungkin sudah waktunya anda mencoba melakukan sesuatu yang berbeda, untuk meraih hasil yang lebih baik lagi.

Salam!

Referensi: http://rismadyarp.blogspot.co.id/2015/05/v-behaviorurldefaultvmlo.html

Artikel ini telah disunting. Artikel asli dapat dibaca di http://www.kompasiana.com/masjawski/kerja-kok-gak-di-kantor_568c2e173dafbdff1648a062

DSC06858_a

Wijanarko Dwi Utomo, Wirausahawan yang memiliki hobi menulis ini adalah alumni Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Artikel-artikel lain yang ditulisnya dapat diakses di http://www.kompasiana.com/masjawski

(Visited 59 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments