Kembali Bekerja Setelah Lama Cuti

scientist woman

Image courtesy of Photokanok/Freedigitalphotos.net

Salah satu impian saya sewaktu kuliah adalah saya akan lulus, bekerja, menikah dan kemudian punya anak. Siapa yang kemudian menyangka bahwa urutan tersebut adalah saya menikah dulu dan punya anak, lulus, dan baru bekerja. Tak lama setelah saya bekerja di sebuah konsultan SDM di Jakarta, saya berhenti untuk mengurus anak kedua saya, dan kemudian lahir anak ketiga saya setelahnya.

Anak ketiga saya saat ini sudah memasuki usia tiga tahun dan ada pertanyaan, apakah saya hendak kembali memasuki dunia kerja? Jawabannya adalah ya. Bekerja di dunia yang saya gemari adalah salah satu passion saya. Saat pertama kali saya bekerja, saya akui bahwa saya senang bepergian dan bertemu dengan banyak orang. Membantu atasan saya menyusun laporan psikologi dan mewawancarai kandidat adalah hal yang sangat menarik bagi saya. Namun jeda sekian tahun setelah terakhir kali saya bekerja penuh waktu, rupanya membuat banyak hal telah berubah.

Hal yang telah berubah tentu bukan saja, bahwa saat ini pengetahuan telah semakin canggih hanya dalam beberapa waktu dan anak-anak muda yang cerdas telah memasuki dunia kerja. Yang juga berubah adalah minat saya terhadap pekerjaan itu sendiri. Saya memang masih tetap senang bertemu dengan banyak orang, namun hal baru yang saya senangi adalah melakukan negosiasi, melakukan analisis, dan memberi masukan pada manajemen. Saya sadari bahwa saya berkembang menyukai bidang pekerjaan yang baru sebagai analis organisasi.

Beberapa ibu yang mengalami cuti panjang setelah melahirkan atau membesarkan anak-anak mereka, ada yang memilih ingin kembali ke dunia kerja, tempat yang pernah mereka tekuni bertahun-tahun. Hal ini juga berlaku untuk mereka yang berhenti bekerja lalu mengambil sekolah di tingkat yang lebih tinggi. Di saat mereka tidak aktif di dunia tempat mereka bekerja, berbagai hal telah berubah, namun juga minat mereka terhadap pekerjaan itu berubah.

Berdasarkan kondisi di atas, Carol Fishman Cohen dan Vivian Steir Rabin menulis sebuah buku yang berjudul Back on the Career Track: A Guide for Stay-at-Home Moms Who Want to Return to Work. Buku ini juga ditulis berdasarkan pengalaman Cohen dan Rabin sebagai ibu yang lama cuti dari dunia kerja untuk melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka. Mereka memberikan tujuh poin tips untuk kembali ke tempat kerja setelah cuti yang panjang:

1. Cobalah analisa alasan Anda untuk kembali ke tempat kerja. Pekerjaan apakah yang sekarang Anda minati? Apakah Anda akan bekerja penuh waktu atau paruh waktu? Siapa yang mengasuh anak Anda, atau orang tua Anda, jika mereka juga menjadi tanggung jawab Anda? Dukungan apa yang Anda dapatkan dari pasangan, keluarga besar, atau teman-teman Anda?

2. Setelah membuat keputusan, kumpulkanlah kepercayaan diri Anda. Ibu-ibu yang lama tinggal di rumah kadang kehilangan kepercayaan diri mereka untuk tampil profesional. Cobalah melatih penampilan profesional Anda di depan keluarga atau teman-teman Anda.

3. Lakukan asesmen terhadap pilihan karir Anda. Setelah lama tidak bekerja lagi, bisa jadi minat Anda telah berubah atau keahlian Anda di bidang tertentu telah bertambah. Sebelum memutuskan untuk berhenti bekerja, beberapa orang merasa tidak bahagia dengan pekerjaan mereka, asesmen karir akan dapat membantu Anda menentukan pilihan pekerjaan Anda.

4. Jika Anda kemudian memutuskan bahwa Anda hendak kembali ke karir lama Anda, tingkatkan pengetahuan Anda tentangnya. Kembali membaca buku, atau ambillah kursus atau pelatihan sertifikasi.

5. Gunakan jaringan Anda. Memang benar bahwa Anda telah lama cuti dari pekerjaan, namun antusiasme Anda yang tinggi akan membedakan Anda dari kandidat lainnya di tempat kerja.

6. Beritahukan kepada teman dan keluarga Anda bahwa Anda akan kembali bekerja, sedang mencari pekerjaan, dan ceritakan harapan Anda. Ceritakan pula hal tersebut terutama kepada anak-anak Anda, sehingga bukan menjadi kejutan bagi mereka saat Anda menerima suatu tawaran pekerjaan. Tunjukkan antusiasme Anda bahwa pekerjaan itu adalah bagian dari diri Anda yang sempat Anda tunda untuk sementara waktu, dan bahwa dengan Anda bekerja bukan merupakan suatu bentuk penolakan terhadap keberadaan mereka.

7. Jika pekerjaan pertama Anda setelah Anda lama berhenti bekerja itu tidak menyenangkan bagi Anda, jangan ragu untuk berhenti. Meskipun Anda sedang memiliki kebutuhan finansial, Cohen dan Rabin menyatakan bahwa janganlah bertahan pada sesuatu tidak dapat Anda atasi. Tetaplah mencari pekerjaan yang sesuai untuk Anda.

Sumber:

Adams, Susan. 18 November 2013. 7 Keys to Rejoining The Workforce After A Long Break. diakses dari situs Forbes http://www.forbes.com/sites/susanadams/2013/11/18/7-keys-to-rejoining-the-workforce-after-a-long-break-2/

hesti 2013

Hesti Farida Al Bastari, adalah Sarjana Psikologi dari Universitas Padjadjaran, bekerja part time sebagai associate untuk Konsultan HR di Jakarta. Dengan rekan-rekannya sesama alumni, tahun 2013 ia mengembangkan blog psikologi Psychologythoughts.com.

(Visited 86 times, 3 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments