Cemburu Bantu Kenali Tujuan Anda

girl thinking

Image courtesy of photostock/Freedigitalphotos.net

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah artikel yang salah satu poinnya menyatakan bahwa:

Jika kamu merasa cemburu terhadap orang yang telah mencapai sesuatu, bisa jadi di situlah sebenarnya target yang hendak kau tuju.

Membaca kalimat ini membuat saya tercenung. Benar juga. Seperti ada yang dulu bilang jika Anda sangat membenci seseorang, bisa jadi karena orang itu sebenarnya paling mirip dengan Anda, maka pernyataan di atas masuk akal juga.

Anda mungkin tidak tahu tujuan Anda mau jadi apa atau mau kemana. Bisa jadi Anda berkata, ya terserah, lihat besok saja nanti saya mau jadi apa. Kumaha engke, kata orang Sunda mah. Atau Anda merasa gelap sekali dengan masa depan Anda karena belum ada petunjuk Anda akan pergi kemana. Maka Anda mungkin bisa melihat di sekitar Anda.

Saya merasa cemburu saat melihat seorang pengusaha yang masih muda namun bisa mendirikan perusahaan startupnya sendiri yang beromset seratus juta. Berarti mungkin impian Anda adalah mendirikan perusahaan startup sendiri atau bersama kawan-kawan Anda. Saya merasa cemburu ketika melihat orang yang sudah jadi profesor. Berarti mungkin Anda ingin menjadi guru besar. Saya cemburu lihat orang kuliah di luar negeri. Anda mau kuliah di luar negeri. Saya merasa cemburu lihat orang bisa pelesiran keliling Indonesia. Ya sudah, mulailah rencanakan cuti dan pesan tiket.

Rupanya rasa cemburu dibutuhkan juga ya? Untuk mengenali diri kita dan apa yang sebenarnya kita inginkan?

Terkadang kecemburuan kita sederhana. Melihat sepasang orang tua yang telah pensiun tinggal di rumah sederhana dengan tanah yang luas dan menghabiskan waktu mereka bercocok tanam dan menjual hasil kebunnya. Nah itulah yang kita mau.

Tulisan ini juga saya buat setelah mendapatkan pertanyaan dari seorang rekan yang hendak mengundurkan diri dari tempat kerjanya dan bertanya kepada saya, “Sebaiknya saya ngapain, ya?”

Hmmm… sampai sini sudah terpikirkan mau jadi apa?

hesti 2013

Hesti Farida Al Bastari, adalah Sarjana Psikologi dari Universitas Padjadjaran, bekerja part time sebagai associate untuk Konsultan HR di Jakarta. Dengan rekan-rekannya sesama alumni, tahun 2013 ia mengembangkan blog psikologi Psychologythoughts.com.

(Visited 74 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments