Waspada terhadap Gejala Awal Bunuh Diri

depressed

Image courtesy of patrisyu/Freedigitalphotos.net

Menurut data WHO, bunuh diri adalah penyebab kematian ketiga tertinggi pada mereka yang berusia 15-44 tahun. Bunuh diri umumnya disebabkan oleh depresi. Lebih dari 800ribu orang bunuh diri setiap tahunnya, dan di seluruh dunia setiap 40 detik, ada satu kematian yang disebabkan oleh bunuh diri.

Fenomena bunuh diri di masyarakat ini menjadi suatu permasalahan sosial yang perlu ditanggapi secara serius. Bila ada kenalan Anda yang sedang mengalami gangguan psikologis atau kelelahan fisik sebaiknya segera menghubungi tenaga kesehatan terdekat.

Bagaimanakah Anda mengenali gejala-gejala dini mereka yang mungkin hendak melakukan bunuh diri? Menurut Save.org, sebuah situs yang peduli untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap fenomena bunuh diri, mereka yang berpotensi akan bunuh diri menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut:

– Menyatakan bahwa dirinya ingin mati atau ingin membunuh diri sendiri
– Mencari cara untuk membunuh diri sendiri, misalnya dengan melakukan pencarian di internet atau membeli senjata
– Mengatakan bahwa ia merasa putus asa dan tidak punya alasan untuk hidup
– Mengatakan bahwa ia merasa terjebak atau merasakan sakit yang tak tertahankan
– Mengatakan bahwa ia menjadi beban bagi orang lain
– Meningkatnya penggunaan alkohol atau zat psikotropika
– Terlihat cemas atau gelisah; bertingkah laku serampangan
– Terlalu sedikit atau terlalu banyak tidur
– Menarik diri atau merasa terisolasi
– Menunjukkan kemarahan atau mengatakan bahwa ia hendak membalas dendam
– Menunjukkan perubahan mood yang ekstrim

Selain dari gejala-gejala di atas, gejala lainnya dapat berupa:
– Ketertarikan terhadap kematian
– Kehilangan minat terhadap hal-hal yang tadinya diminati
– Mengunjungi atau menghubungi orang-orang untuk mengatakan selamat tinggal
– Membuat janji-janji; menyelesaikan urusan-urusannya secara berturut-turut
– Memberikan barang-barangnya, misalnya benda-benda yang sangat ia hargai

Apabila Anda mengenali atau mengkhawatirkan orang terdekat Anda akan melakukan bunuh diri, segera kunjungi pihak yang berwenang dan bawalah ia agar segera melakukan konsultasi medis. Yang bersangkutan mungkin tidak menyadari, bahwa masalah hidup yang dihadapinya tidak akan selesai hanya dengan mengakhiri hidup. Mereka yang berpotensi melakukan bunuh diri juga mengalami ketidakseimbangan zat kimia di otak mereka, yang hanya bisa ditangani melalui pertolongan medis, dan bukan sekadar dapat diatasi dengan konsultasi oleh seorang kawan.

Sumber:

Situs Suicide Awareness Voice of Education, www.save.org

hesti 2013

Hesti Farida Al Bastari, adalah Sarjana Psikologi dari Universitas Padjadjaran, bekerja part time sebagai associate untuk Konsultan HR di Jakarta. Dengan rekan-rekannya sesama alumni, tahun 2013 ia mengembangkan blog psikologi Psychologythoughts.com.

(Visited 30 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments