Menulis Resolusi Tahun Baru

fireworks

Image courtesy of Danilo Rizzuti/Freedigitalphotos.net

Apakah resolusi tahun baru Anda selalu ditepati? Di Amerika Serikat, hanya 8% dari resolusi tahun baru yang dibuat oleh orang-orang telah berhasil, dengan catatan mereka yang menuliskan resolusinya sepuluh kali lebih berhasil dibandingkan mereka yang tidak menuliskannya.

Psychology Today menyatakan bahwa resolusi tahun baru yang dibuat biasanya berakhir tidak dijalankan, karena dimulai dari perasaan ketidakmampuan orang saat menuliskannya. Maka, janganlah membuat daftar yang sebenarnya berisi ketakutan-ketakutan Anda dan hal yang sebenarnya tidak mampu Anda lakukan. Hal tersebut hanya akan berakhir dengan Anda berhenti melakukannya di tengah jalan.

Buatlah daftar yang berisi hal-hal yang Anda hendak lakukan, dengan mengingat prinsip berikut:

1. Mulailah dari hal yang kecil

Dibandingkan melakukan sesuatu yang besar dan tampaknya tidak mungkin dicapai, pilahlah tujuan besar Anda menjadi target-target jangka pendek. Setiap target ini akan dapat dibuat menjadi daftar perilaku yang terukur, yang lebih mudah untuk Anda jalani. Misalnya bila Anda punya target, mengurangi berat badan di tahun 2016, maka Anda dapat menjadikan target Anda itu lebih konkret dengan melakukan olahraga rutin misalnya berenang atau mengikuti program latihan. Menjalani program diet juga dapat dilakukan dalam bentuk mengubah salah satu menu Anda dari kue-kue cemilan manis menjadi buah atau yoghurt.

2. Ubahlah satu perilaku dalam satu waktu

Fokuslah untuk mengubah satu perilaku Anda dalam satu waktu, misalnya jika bulan ini Anda memiliki target untuk mulai rutin berolahraga, maka berolahragalah.

3. Ceritakan perubahan Anda kepada orang lain

Berbagi dengan keluarga dan teman Anda akan menjadi suatu bentuk dukungan bagi Anda. Mereka dapat mengingatkan Anda jika suatu ketika Anda mulai merasa tidak bersemangat. Sebuah kelompok dukungan (support group) akan membantu Anda untuk saling mendukung dan mengingatkan.

4. Kegagalan kecil adalah normal, segera jalankan kembali program Anda

Karena suatu ketika Anda tidak mencapai target Anda, bukan berarti rencana Anda itu gagal. Dalam berusaha, tidak ada yang meraih kesempurnaan. Maka segera jalankan kembali rencana Anda.

5. Minta dukungan dari lingkungan Anda

Anda dapat meminta pertolongan dari mereka yang peduli pada Anda. Meminta bantuan profesional misalnya dari psikolog atau orang yang keahlian di bidang yang relevan, dapat membantu Anda untuk memfokuskan kembali tujuan Anda.

Margee Kerr, seorang ahli yang menangani rasa takut, memberikan contoh daftar yang mungkin dapat membantu Anda. Daftar tersebut berisi catatan-catatan yang membanggakan yang telah Anda lakukan di tahun ini. Anda dapat merasakan emosi positif yang dibangkitkan saat Anda mengingat kembali keberhasilan-keberhasilan Anda. Lalu, buatlah daftar ketakutan Anda dan pikirkan kembali mengapa hal tersebut menghalangi Anda mencapai tujuan Anda.

Jika ketakutan itu adalah hal yang rasional dan masih dapat Anda atasi, maka Anda akan dapat melampauinya. Terakhir, terbukalah untuk setiap kemungkinan perubahan yang mungkin terjadi. Rasa takut yang paling besar adalah terhadap perubahan, karena di balik perubahan itu ada ketidakpastian. Padahal jika Anda mau berubah, kondisi akan menjadi lebih baik dan nyaman bagi Anda.

Sumber:
Making Your New Year’s Resolution Stick diakses dari situs APA, http://www.apa.org/helpcenter/resolution.aspx
Kerr, Margee. 28 Desember 2015. Forget New Year’s Resolutions. diakses dari situs Psychology Today https://www.psychologytoday.com/blog/why-we-scream/201512/forget-new-years-resolutions
New Years Resolution Statistics diakses dari situs Statistic Brain http://www.statisticbrain.com/new-years-resolution-statistics/

hesti 2013

Hesti Farida Al Bastari, adalah Sarjana Psikologi dari Universitas Padjadjaran, bekerja part time sebagai associate untuk Konsultan HR di Jakarta. Dengan rekan-rekannya sesama alumni, tahun 2013 ia mengembangkan blog psikologi Psychologythoughts.com.

(Visited 34 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments