Menjalin Hubungan Sosial

people meeting

Image courtesy of stockimages/Freedigitalphotos.net

Psychologythoughts.com – Saat berinteraksi dengan orang lain di dalam kelompok, ruang kelas, organisasi, atau perusahaan, Anda mungkin menemukan bahwa mereka memiliki karakter yang berbeda-beda. Hal ini mungkin menjadi suatu jawaban dari pertanyaan, mengapa dalam interaksi sosial, seseorang tidak memiliki rumus baku perihal bagaimana sebaiknya menjalin hubungan dengan orang lain.


Ya, dalam berhubungan dengan orang lain, kita tidak dapat menggunakan rumus baku seperti halnya ilmu eksakta. Jika dalam matematika, 1 ditambah 1 sama dengan 2, di dalam hubungan sosial, saat anda mencoba untuk mulai berinteraksi dengan satu orang lainnya, hasilnya bisa beragam. Bisa jadi Anda kemudian berhasil membangun hubungan dengan orang tersebut. Bisa jadi Anda hanya akan berlanjut pada suatu hubungan yang biasa-biasa saja. Bisa jadi pula ia menjadi jodoh Anda, rekan kerja Anda, atasan Anda, sahabat Anda, saat Anda menemukan kecocokan dengannya. Atau bisa jadi tidak terjadi apapun.

Karakter dari setiap orang yang berbeda bisa menjadi salah satu penyebab mengapa hasil dari interaksi antara dua orang atau lebih tidak pernah sama. Bagi Anda yang sudah menjadi seorang ahli dalam menjalin hubungan sosial, menciptakan relasi yang baru mungkin menjadi hal kecil buat Anda. Anda dapat menarik perhatian orang agar mendengarkan Anda, mengikuti apa yang Anda katakan, atau menerima proposal Anda. Namun bagi orang yang sama sekali baru dalam hal menjalin hubungan sosial, rangkaian trial and error (latihan dan kesalahan) akan mengawali perjalanan Anda.

Seseorang bertanya kepada saya baru-baru ini, “Bagaimana caranya membangun networking?”. Saya berpikir sejenak dan menjawab, cobalah baca buku dari seorang pembicara terkemuka, Larry King, yang berjudul “Seni berbicara: kepada siapa saja, kapan saja, dimana saja” Meskipun sebenarnya menurut saya apa yang disampaikan King di buku tersebut tidak lain tidak bukan adalah, jika Anda ingin belajar membangun networking maka yang perlu Anda lakukan adalah, Mulailah.

Yang saya ingat dari buku Larry King, Anda suatu ketika mungkin berada di suatu pesta dimana Anda tidak mengenal seorang pun di dalamnya. Anda kemudian hendak memulai percakapan. Maka janganlah menanyakan pertanyaan yang sangat spesifik yang hanya dapat ditujukan pada orang-orang tertentu seperti, “Halo, senang berkenalan dengan Anda, Anda sudah punya anak berapa?” Yang akan membuat Anda terdiam jika lawan bicara Anda menjawab, “Oh saya belum punya anak,” atau, “Saya belum menikah.” Dan percakapan selesai. Melainkan mulailah dengan pertanyaan terbuka seperti, “Cuaca hari ini cerah ya.” Ada banyak tema universal yang dapat dibahas seperti, katakanlah, cuaca, hari libur yang akan datang, tema pesta hari itu, dan sebagainya.

Lalu tentunya kemampuan yang luar biasa yang diberikan Tuhan kepada manusia adalah kemampuan untuk mendengarkan. Saat Anda pertama kali bertemu dengan orang baru, lebih banyak mendengarkan kisah mereka akan sangat bermanfaat bagi Anda dibandingkan terlalu banyak berbicara. Gunakan prinsip berikut bahwa setiap orang pasti memiliki satu hal yang sangat mereka kuasai. Dengan mendengarkan kisah mereka Anda mungkin akan mendapatkan resep rahasia nenek yang sudah diwariskan secara turun-temurun, atau kisah inspiratif tentang pentingnya berbagi, atau sebuah obat mujarab yang dapat mengobati rasa galau Anda di hari itu.

Tidak cukup dengan mendengarkan saja, Anda perlu mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan oleh lawan bicara Anda. Tampilkan dari bahasa tubuh, bahwa mata, telinga, badan, dan seluruh anggota tubuh Anda menikmati apa yang diceritakan oleh lawan bicara Anda. Kita pada umumnya memiliki kemampuan alami saat menyadari bahwa lawan bicara kita sudah merasa tidak tertarik dengan apa yang kita bicarakan. Berhati-hatilah dengan bahasa tubuh Anda.

Pelajarilah humor yang universal yang dapat diterima oleh semua orang. Tidak semua orang memang, terbiasa dengan humor ini. Ada orang yang saat menyampaikan apa yang mereka anggap sebagai humor dan semua orang hanya terpaku. Setidaknya, Anda bisa berlatih.

Dan terakhir seperti apa yang sudah saya ungkapkan di awal, bahwa setiap orang akan memiliki karakter yang berbeda. Anda tidak dapat menggunakan cara yang sama saat berhubungan dengan orang yang berbeda. Menghadapi seorang extrovert akan berbeda dengan orang yang introvert. Berbicara dengan sanguin yang ceria akan berbeda dengan saat berbincang dengan orang yang melankolis. Sebenarnya bukan hanya karakter, bagaimana respons orang terhadap Anda juga bergantung pada banyak faktor lain. Misalnya, waktu atau kesibukan mereka, situasi yang mereka hadapi di saat itu, hubungan mereka dengan orang lain di sekeliling mereka, dan tentunya yang juga berpengaruh adalah, bagaimana Anda menampilkan diri Anda di hari itu.

Jadi jika niat Anda untuk menjalin suatu hubungan baru pada hari ini masih belum berlangsung dengan baik, tenanglah, setidaknya Anda sudah mengambil satu langkah yang tepat. Memulai. Anda mungkin bisa mencoba lagi bertemu dengan orang yang sama atau dengan lebih banyak lagi orang yang baru pada lain hari.

hesti 2013

Hesti Farida Al Bastari, adalah Sarjana Psikologi dari Universitas Padjadjaran, bekerja part time sebagai associate untuk Konsultan HR di Jakarta. Dengan rekan-rekannya sesama alumni, tahun 2013 ia mengembangkan blog psikologi Psychologythoughts.com.

(Visited 251 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments