Ekstrovert vs Introvert

girl friend

Image courtesy of imagerymajestic/Freedigitalphotos.net

Psychologythoughts.com – Apa yang terpikirkan di benak Anda saat mengingat seseorang yang disebut ekstrovert? Senang bersosialisasi. Bertemu dengan orang lain. Banyak bicara. Tidak bisa diam. Ramah. Senang bercerita. Bagaimana sebenarnya pandangan tentang introvert dan ekstrovert menurut ilmu Psikologi?

Carl Gustav Jung, ahli psikoanalisis membuat istilah introvert dan ekstrovert sebenarnya untuk perbedaan sifat yang ditampilkan oleh orang yang mengarahkan energi mereka ke arah yang berbeda. Di dalam ilmu psikologi, ekstrovert dan introvert memiliki arti yang berbeda dengan yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap individu, sebenarnya kadang-kadang menghabiskan waktu mereka untuk menjadi ekstrovert dan kadang-kadang introvert. Jangan bingung, dan mengaitkan introvert dengan rasa malu, atau ketertutupan. Karena keduanya sebenarnya tidak berhubungan.

Ekstrovert (E)

Senang mendapatkan energi mereka dari keterlibatan aktif dalam acara-acara, dan memiliki banyak sekali kegiatan yang berbeda. Mereka merasa senang jika berada di sekeliling orang-orang dan senang memberikan energi bagi orang lain. Mereka senang bertindak dan mewujudkan hal-hal baru. Merasa nyaman berada di tengah masyarakat. Mereka lebih mudah memahami masalah jika mereka membicarakannya dan mendengar apa yang orang lain sampaikan tentang hal itu.

Pernyataan berikut biasanya cukup tepat menggambarkan orang yang memiliki kecenderungan sebagai ekstrovert:

– Terlihat sebagai orang yang supel atau ramah
– Merasa nyaman berada dan bekerja di dalam kelompok
– Memiliki banyak teman dan mengenal banyak orang
– Kadang terlalu cepat menjadi terlibat dalam suatu kegiatan, dan bukannya berpikir dahulu tentang keterlibatan itu
– Sebelum memulai proyek, kerap kali lupa untuk berhenti sejenak dan menjelaskan apa yang hendak dilakukan dan apa alasannya.

Introvert (I)

Mendapat energi mereka dari ide-ide, gambar-gambar, memori, dan reaksi yang ada dalam kepala dan dunia dalam diri mereka. Lebih memilih untuk melakukan banyak hal sendirian bersama satu atau dua orang teman yang mereka merasa sangat nyaman. Punya waktu untuk berefleksi, sehingga memiliki ide yang jelas tentang apa yang akan mereka lakukan dan kapan mereka akan bertindak. Mereka sebenarnya adalah gudangnya ide. Lebih menyukai jika sesuatu itu lebih baik dari yang sudah ada.

Berikut pernyataan-pernyataan yang menggambarkan orang yang memiliki kecenderungan sebagai introvert:

– Dilihat sebagai seorang yang suka merenung atau tertutup
– Merasa nyaman sendirian dan suka mengerjakan hal yang bisa dilakukan sendirian
– Lebih memilih mengenal sedikit orang, namun membangun hubungan yang dalam
– Suka menghabiskan terlalu banyak waktu melakukan refleksi dan tidak langsung melakukan tindakan
– Kadang lupa untuk pergi ke dunia luar untuk melihat apakah ide-ide yang dimilikinya memang mungkin untuk diwujudkan.

sumber: www.myersbriggs.org

hesti 2013

Hesti Farida Al Bastari, adalah Sarjana Psikologi dari Universitas Padjadjaran, bekerja part time sebagai associate untuk Konsultan HR di Jakarta. Dengan rekan-rekannya sesama alumni, tahun 2013 ia mengembangkan blog psikologi Psychologythoughts.com.

(Visited 87 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments