Cara Kembangkan Integritas Remaja

girl in the park

Image courtesy of khunaspix/Freedigitalphotos.net
Setiap orang tua tentunya mengharapkan putra-putrinya tumbuh menjadi remaja yang berintegritas. Integritas di sini bisa dimulai dari hal yang kecil, yaitu melakukan hal yang benar dalam kehidupan sehari-hari mereka. Mulai dari tidak menyontek di dalam kelas, hadir ke sekolah tepat waktu, hingga menjaga kepercayaan orang tua mereka saat diberikan tugas menjaga rumah.

Mengapa perlu menjadi remaja berintegritas? Integritas tentunya akan mempengaruhi bagaimana Anda dipercaya oleh orang lain. Integritas juga terkait dengan tanggung jawab. Orang yang memiliki integritas tinggi akan menjadi orang yang dipercaya untuk mengemban amanah di lingkungan kerjanya kelak. Awalnya mungkin dimulai dari tugas kecil, kemudian berlanjut ke tugas-tugas yang lebih besar.

Bagaimana cara mengembangkan remaja menjadi remaja yang berintegritas? Tentunya dimulai sejak kecil. Pertama, berikanlah batasan yang jelas kepada anak-anak Anda mengenai mana yang benar dan mana yang salah. Dengan mengenali batasan mereka, anak-anak menjadi tahu sampai dimanakah mereka boleh bertingkah laku, dan mana yang melanggar aturan. Ajarkan anak tentang konsep kejujuran, dan kapan seseorang disebut tidak jujur.

Kedua, kenalkan anak pada dampak dari pilihan-pilihan yang diambilnya. Biasanya akan ada godaan seperti, “Tidak apa-apa selama tidak ketahuan”, “Toh semua orang juga melakukannya”. Satu hal yang dapat menjerumuskan orang dalam kesalahan adalah rasionalisasi. Maka, daripada bertanya, “Apa yang salah dari itu?”, cobalah bertanya sebaliknya “Apa yang benar dari melakukan itu?”.

Terakhir, ajari anak untuk bertanggung jawab. Anak perlu bertanggung jawab terhadap komitmen-komitmen yang mereka buat. Dengan menanyakan kepada anak, “Apakah kamu mematuhi semua peraturan yang ditetapkan?” atau “Apakah kamu pernah berbohong pekan ini?”, membuat setiap anak berpikir ulang atas pilihan-pilihan yang diambilnya. Melalui cara itu, anak menjadi tahu akan ada yang melakukan evaluasi terhadap setiap tindakannya.

Lingkungan yang mendukung untuk saling mengingatkan akan mendorong anak untuk berkembang menjadi remaja berintegritas. Pastikan ia berteman dengan sebayanya yang juga mengetahui nilai-nilai yang baik dan buruk. Apabila ia suatu ketika bergaul di lingkungan yang salah, ia tahu bahwa hal itu tidak baik dan sudah mengembangkan standar integritas dirinya sehingga tidak mudah terpengaruh.

hesti 2013

Hesti Farida Al Bastari, adalah Sarjana Psikologi dari Universitas Padjadjaran, bekerja part time sebagai associate untuk Konsultan HR di Jakarta. Dengan rekan-rekannya sesama alumni, tahun 2013 ia mengembangkan blog psikologi Psychologythoughts.com.

(Visited 124 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments