Mempersiapkan Anak Masuk Sekolah Dasar

goes to school

Image courtesy of digitalart/Freedigitalphotos.net

Anak Bunda masuk Sekolah Dasar tahun ini? Beberapa orang tua mengaku memiliki rasa bercampur aduk saat anak mereka memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Apa saja hal yang harus dipersiapkan? Bagaimana melihat kesiapan anak untuk belajar di sekolah? Semoga catatan berikut ini dapat membantu Ayah Bunda memulai tahun belajar Ananda yang baru di SD.

Prinsip-prinsip perkembangan anak dalam belajar:

  1. Semua area perkembangan anak (fisik, intelektual, sosial-emosi dan spiritual) saling berhubungan.  Tidak berkembang dan berjalan sendiri-sendiri.
  2. Anak membentuk pengetahuan melalui tahapan-tahapan.
  3. Anak-anak berkembang dan belajar dalam rentang yang bervariasi.  Meskipun belajar hal yang sama, dengan cara yang sama dan dengan guru yang sama, kemajuan perkembangan anak tidak bisa dipatok atau disamaratakan.
  4. Belajar, merupakan hasil dari interaksi yang aktif antara: pengalaman dan kematangan biologis anak.
  5. Pengalaman yang diperoleh saat masih anak-anak (positif atau negatif) memiliki dampak pada keterampilan belajar saat ia sekolah.
  6. Sekolah dan pengasuhan orang tua adalah mitra.  Ibu (orang tua) adalah media belajar pertama anak. Anak belajar berbagai pengetahuan dan bahasa melalui pengamatan dari perilaku ibu (orang tua).  Sekolah kemudian melanjutkan perkembangan belajar ini melalui cara-cara yang lebih terencana, sistematis dan lebih simbolik (catatan, peta, angka, pola).
  7. Yang dibutuhkan anak untuk belajar adalah: rasa aman dan guru (orang tua) yang konsisten dan sigap.
  8. Lingkungan sosial budaya dimana anak diasuh dan dibesarkan berperan dalam belajar dan perkembangannya.
  9. Anak belajar dengan ribuan cara, dan guru perlu mengajar dengan jutaan strategi.
  10. Jangan remehkan bermain.  Dalam bermain anak mengembangkan berbagai nilai dan keterampilan hidup: mengendalikan diri, berbahasa yang baik, berpikir, memecahkan masalah, dan mengembangkan kompetensi sosial.
  11. Beri kesempatan yang luas untuk mencoba.  Melalui mencoba, anak menjajal pengetahuan dan keterampilan barunya.  Dalam mencoba anak bisa menemukan hal-hal baru dan bisa melakukan lompatan yang lebih jauh dari kemampuannya.
  12. Lakukan banyak hal dan penuhi pengalaman anak.  Pengalaman memunculkan motivasi, dan motivasi adalah mesin penggerak belajar.

 tri puspitarini

Tri Puspitarini, M.Psi*

*psikolog yang banyak berkecimpung dalam dunia pendidikan dan literasi anak.

(Visited 92 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments