Melawan Rutinitas Keseharian

12 Agustus 2014

man at bench

Image courtesy of stockimages/ Freedigitalphotos.net

Banyak di antara kita sibuk dengan rutinitas harian masing-masing. Bekerja dari pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore hari, berlangsung dari hari Senin hingga Jumat. Rutinitas ini berlangsung terus-menerus, dan dengan mudahnya dapat menimbulkan kejenuhan. Bagaimana caranya agar kita terhindar dari kejenuhan akibat rutinitas yang kita lakukan? Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi tipsnya kepada para pembaca semua.

1. Bila Anda sudah bekerja, rutinitas bisa dilawan dengan cara yang paling sederhana yakni memilih cara yang berbeda dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Contoh konkretnya adalah memilih jalan yang berbeda setiap kali berangkat menuju atau pulang dari kantor; Memilih moda transportasi yang berbeda untuk berangkat dan pulang dari kantor; Menggunakan pakaian yang berbeda setiap hari; dan lain sebagainya. Memilih cara yang berbeda ini akan memberi kesempatan untuk kita melihat sesuatu dari perspektif yang baru.

2. Cara kedua yang juga pernah saya lakukan adalah mengambil cuti atau meminta ijin di hari kerja (antara Senin – Jumat), kemudian melakukan sesuatu yang Anda sukai, yang tidak bisa Anda lakukan di hari kerja. Misalnya seperti sarapan di tempat makan kesukaan, sambil membaca koran pagi; Menjemput anak pulang dari sekolah, kemudian dilanjutkan makan siang bersama keluarga di tempat yang Anda disukai; Menikmati taman kota atau wahana wisata di pagi hari di saat kebanyakan orang pergi ke kantor. Hal ini memberikan kesempatan bagi kita untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan menata kembali visi dan misi hidup agar hidup menjadi lebih bersemangat lagi.

3. Saya percaya kesempatan selalu ada di balik kesempitan yang kita hadapi. Sebagai contoh, kejadian-kejadian tak terduga seperti anak yang sakit, dan harus diantar ke dokter. Bila hal ini terjadi di hari kerja, mau tidak mau kita sebagai orang tua akan meluangkan waktu untuk mengantarkan anak kita tersebut. Menurut saya ini bisa menjadi anugerah tersendiri. Pekerjaan kita tidak akan pernah habis untuk kita selesaikan, dan momen waktu bersama anak atau keluarga juga tidak bisa kita ulang kembali. Jadi, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya sebagai salah satu upaya untuk melawan rutinitas pekerjaan kita. Di saat yang lain pergi ke tempat kerja, kita dan anak kita pergi ke RS atau dokter, menikmati waktu menunggu antrian sambil makan roti dan minum susu, membaca surat kabar pagi yang masih hangat, menikmati kebersamaan dengan anak kita meski dia sedang sakit. Insya Allah hal ini akan menjadi obat pemberi kesembuhan yang mujarab bagi anak kita tersebut. Aamiiin.

Demikian beberapa tips sederhana dari saya, mudah-mudahan dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Sesungguhnya melakukan aktivitas di luar rutinitas itu sungguh dapat memberikan kesegaran bagi diri kita dalam menjalani kehidupan ini. Wallahu’alam.

Salam!
pp_wied

Wijanarko Dwi Utomo

Alumni Fakultas Psikologi Unpad 1997, gemar menulis, dan belajar dari tulisan orang lain

Tulisan ini telah disunting, tulisan asli dapat dilihat di:

http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2014/08/12/melawan-rutinitas-keseharian-672822.html

(Visited 53 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments