Belajar Lebih Mudah dengan Teknik Pomodoro

tomato

Image courtesy of Supertrooper/ Freedigitalphotos.net

Saat mengerjakan suatu tugas, Anda tiba-tiba merasa malas. Perhatian Anda dengan mudah teralih ke hal lain yang lebih menarik bagi Anda, mendengarkan musik, membaca komik, atau melirik media sosial yang Anda miliki. Berapa kali Anda mengalami hal tersebut? Jika kondisi seperti ini kerap kali menimbulkan masalah bagi kehidupan Anda, mungkin Anda dapat mencoba teknik yang disebut teknik Pomodoro.

Pomodoro itu dalam bahasa Spanyol artinya tomat. Teknik Pomodoro adalah teknik pengelolaan waktu yang ditemukan oleh Francisco Cirillo pada akhir tahun 1980-an. Disebut teknik Pomodoro karena awalnya cara pengelolaan waktu ini menggunakan timer yang berbentuk tomat.

Teknik ini memerlukan latihan dan konsistensi agar Anda dapat mencapai tujuan Anda dengan optimal. Pada saat Anda memulai suatu pekerjaan yang menuntut konsentrasi penuh, misalnya mengerjakan tugas, melakukan pekerjaan kreatif, atau mempelajari suatu hal yang baru, tetapkanlah waktu tertentu untuk mengerjakan hal tersebut. Cirillo memberikan interval 25 menit, namun hal ini bisa jadi bervariasi pada orang-orang yang berbeda.

Gunakan timer untuk menandai waktu Anda bekerja, dan matikan semua alat komunikasi yang dapat mengganggu Anda, termasuk telepon genggam, media sosial, email, atau alat browser Anda di internet. Beritahu orang di sekitar Anda bahwa Anda meminta untuk tidak diganggu pada waktu tersebut. Setelah 25 menit, matikan timer. Beristirahatlah selama 3-5 menit, rileks, lakukan hal-hal lain yang dapat menyenangkan Anda. Setelah waktu istirahat tersebut, Anda dapat kembali berkonsentrasi dengan melakukan Pomodoro. Anda dapat beristirahat panjang selama 15-30 menit, setelah melakukan sekitar empat kali Pomodoro.

Teknik Pomodoro ini sangat membantu seseorang untuk tetap berada pada mode terfokusnya, dan kemudian beralih ke kondisi yang lebih rileks. Barbara Oakley, PhD dari Oakland University menjelaskan bahwa mode berpikir seseorang dapat dibagi menjadi dua jenis mode, yaitu mode terfokus (focused mode) dan mode terdifusi/tersebar (diffused mode). Mode terfokus terjadi saat seseorang berkonsentrasi untuk mengerjakan suatu hal, berupaya keras untuk memahami hal tersebut. Hal ini biasa kita lakukan bila kita berusaha memahami hal baru yang belum kita mengerti. Mode terdifusi terjadi pada saat kita merasa rileks. Pada saat itu, otak kita berada pada keadaan otomatisnya dan kita melakukan pekerjaan kita secara spontan tanpa perlu berpikir keras. Misalnya, saat menyetir mobil, berjalan kaki di pagi hari, atau mandi di bawah pancuran air. Rupanya, saat seperti ini membantu kita untuk berpikir lebih kreatif.

Saat kita melakukan teknik Pomodoro, kita sebenarnya melatih otak kita seperti halnya saat kita melakukan senam. Yang perlu kita pahami, otak kita sebenarnya seperti otot yang bila kita paksakan untuk bekerja terus menerus sampai batas kesanggupannya ia akan mengalami kram. Otak, bila kita paksakan untuk terus bekerja lama kelamaan ia akan kelelahan. Maka teknik Pomodoro membantu kita untuk melatih otak berubah-ubah mode dari kondisi terfokus menjadi kondisi rileks. Saat kita sudah bekerja selama waktu tertentu, otak akan lelah dan ia perlu istirahat. Pada orang yang belajar terus-menerus menjelang waktu ujian, dan tidak pernah belajar sebelumnya (SKS), ia akan membuat otak dalam kondisi kelelahan karena tidak biasa berlatih. Cara belajar yang lebih membantu otak agar rileks adalah dengan berlatih setiap hari pada waktu yang sama, misalnya dengan menggunakan teknik Pomodoro, sehingga nantinya otak akan terbiasa menghadapi situasi belajar dan informasi yang dipelajari akan dapat terserap dengan mudah.

Bahan Bacaan:

Cirillo, Francesco. The Pomodoro Technique. Retrieved 2011-05-08. Cirillo, Francesco. “The Pomodoro Technique (The Pomodoro)”. Retrieved 11 November 2013.

hesti 2013

Hesti Farida Al Bastari, adalah Sarjana Psikologi dari Universitas Padjadjaran, bekerja part time sebagai associate untuk Konsultan HR di Jakarta. Dengan rekan-rekannya sesama alumni, tahun 2013 ia mengembangkan blog psikologi Psychologythoughts.com.

 

(Visited 241 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments