Apa Itu Depresi Pasca Melahirkan?

ID-100117139

Image courtesy of imagerymajestic/ Freedigitalphotos.net

Banyak ibu baru mengalami apa yang disebut “baby blues” pasca melahirkan, yang biasanya mencakup mood yang berubah-ubah dan menangis tanpa sebab. Namun ada beberapa ibu baru yang mengalami bentuk depresi yang bersifat akut dan lebih bertahan lama, yang disebut dengan postpartum depression atau depresi pasca melahirkan. Meskipun jarang terjadi, bentuk ekstrim dari postpartum depression yang disebut psikosis pasca melahirkan muncul beberapa waktu setelah kelahiran bayi.

Depresi pasca melahirkan bukanlah suatu kekurangan atau kelemahan. Kerapkali ia sebenarnya hanyalah komplikasi setelah melahirkan. Jika Anda mengalami depresi pasca melahirkan, penanganan yang tepat dapat membantu Anda mengelola gejala yang ada – dan mencintai bayi Anda.

Gejala

Tanda dan gejala yang mengiringi depresi pasca melahirkan sangat beragam, bergantung pada tipe depresinya.

Baby blues

Tanda dan gejala dari adanya baby blues – yang biasanya hanya terjadi selama beberapa hari hingga satu atau dua pekan – dapat mencakup:

  • Mood yang berubah-ubah
  • Kecemasan
  • Kesedihan
  • Lekas marah
  • Menangis
  • Konsentrasi yang menurun
  • Kesulitan tidur

Postpartum Depression

Depresi pasca melahirkan awalnya mungkin terlihat seperti baby blues – namun dengan tanda dan gejala yang lebih intens dan lebih bertahan lama, dan kerap kali mempengaruhi kemampuan Anda merawat bayi Anda dan melakukan tugas sehari-hari Anda lainnya. Gejala depresi pasca melahirkan dapat mencakup;

  • Hilangnya selera makan
  • Insomnia
  • Sangat sensitif dan lekas marah
  • Kelelahan yang amat sangat
  • Kehilangan minat terhadap seks
  • Merasa kurang bahagia
  • Merasa malu, merasa bersalah atau merasa tidak mampu
  • Mood lebih sering berubah
  • Merasa sulit membangun ikatan dengan bayi
  • Menarik diri dari keluarga dan teman-teman
  • Berpikir untuk menyakiti diri sendiri atau bayi

Depresi pasca melahirkan yang tidak mendapat perawatan dapat bertahan berbulan-bulan bahkan bisa lebih lama lagi.

Postpartum Psychosis

Pada psikosis pasca melahirkan – sebuah kondisi yang jarang terjadi dan biasanya berkembang di minggu pertama atau kedua setelah melahirkan – tanda-tanda dan gejalanya bahkan mungkin lebih akut, berupa:

  • Perasaan bingung dan disorientasi
  • Halusinasi dan delusi
  • Paranoid
  • Timbul usaha untuk menyakiti diri sendiri atau bayi

Bila Anda merasakan gejala-gejala depresi setelah kelahiran bayi Anda, mungkin Anda merasa malu untuk mengakuinya. Namun sangat penting bagi Anda untuk menghubungi dokter atau psikolog bila muncul gejala depresi pasca melahirkan, apalagi bila sampai muncul gejala psikosis. Psikosis pasca melahirkan dapat membahayakan hidup Anda dan bayi Anda.

Sumber: Mayo Clinic

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/postpartum-depression/basics/definition/CON-20029130

hesti 2013

Hesti Farida Al Bastari, adalah Sarjana Psikologi dari Universitas Padjadjaran, bekerja part time sebagai associate untuk Konsultan HR di Jakarta. Dengan rekan-rekannya sesama alumni, tahun 2013 ia mengembangkan blog psikologi Psychologythoughts.com.

(Visited 69 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments