Tantangan Menjadi Pemimpin yang Baik

leader

Image courtesy of jscreationzs/ FreeDigitalPhotos.net

05 April 2013

Definisi Pemimpin yang baik sudah banyak dituliskan oleh para guru di bidang Manajemen. Karakteristik detail dari Pemimpin dimaksud pun dengan mudah bisa kita temui di berbagai referensi.

Pertanyaan berikutnya, bagaimana tantangan yang dihadapi seorang Pemimpin ketika dia berusaha menjadi Pemimpin yang baik?

Pertanyaan ini mengemuka dari hati sanubari saya ketika saya, sebagai salah seorang pemimpin di dalam suatu organisasi bisnis mencoba menerapkan kebijakan yang objektif dan tepat sasaran. Seperti kita ketahui pula, para Pemimpin di dalam sebuah organisasi ini pun memiliki pimpinan-pimpinan sebagai atasannya. Usulan saya untuk mencoba menerapkan sebuah kebijakan yang objektif dan tepat sasaran ini ternyata tidak didukung oleh atasan saya selaku pimpinan di dalam organisasi tempat saya berada.

Bagaimana perasaan Anda menghadapi situasi tersebut? Bagaimana perasaan saya? Sebagai manusia biasa, saya dapat merasakan hal ini sebagai sesuatu yang menghambat pencapaian visi organisasi. Terkadang muncul pertanyaan dalam hati saya, “Kok bisa ya Pemimpin mengambil sebuah keputusan tanpa menganalisa lebih dalam mengenai data dan fakta yang disajikan, namun tetap berharap organisasi yang dipimpinnya dapat mencapai keberhasilan.” Omong kosong bukan?

Tapi, ya sudahlah… Saya telah mencoba menyampaikan usulan saya demi kemajuan organisasi, mungkin saat ini belum tepat waktunya untuk diimplementasikan. Wallahu’alam.

Dari peristiwa ini saya mencoba menarik beberapa hikmah tentang tantangan menjadi Pemimpin yang baik.

1. Sebagai Pimpinan di level menengah, kita ditantang untuk mampu menyampaikan ide/usul/saran mengenai sebuah kebijakan dengan menyajikan data dan fakta yang akurat, yang mudah dipahami oleh para pengambil keputusan. Satu kali usulan kita ditolak, bukanlah akhir segalanya. Kita perlu mencari cara lain agar suatu saat usulan kita bisa diterima dan diterapkan.

2. Sebuah kebijakan yang baik, tidak selalu mendapat kredit positif dari khalayak organisasi, ini adalah satu tantangan yang juga harus dipersiapkan secara mental oleh para Pemimpin.

3. Diperlukan upaya secara sengaja oleh para Pemimpin yang baik, untuk selalu meningkatkan kapasitas intelektual dan spiritualnya agar mampu menghadapi setiap tantangan yang hadir di hadapan. Mental yang kuat akan mempengaruhi bagaimana cara kita bereaksi terhadap sebuah rangsang (stimulus), dan menentukan perilaku yang muncul dari diri kita.

4. Komunikasi yang terbuka senantiasa harus dihidupkan karena dalam komunikasi yang terbuka sekalipun kesalahapahaman masih dapat terjadi.

Hal-hal ini menjadi bahan renungan saya dalam perjalanan saya untuk menjadi seorang Pemimpin yang baik.

Salam!

pp_wied

Wijanarko Dwi Utomo

Alumni Fakultas Psikologi Unpad 1997, gemar menulis, dan belajar dari tulisan orang lain.

http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2013/04/05/tantangan-menjadi pemimpin-yang-baik-548137.html

(Visited 265 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments