Bagaimana Mengelola Gen Y

25 February 2013 | 13:42

Topik ini sangat ‘hot’ di kalangan praktisi HR akhir-akhir ini, bahkan di salah satu forum HR terbesar akhir tahun lalu, hal ini dibahas secara mendalam dalam sesi khusus.

Generasi Y adalah sebuah generasi yang tumbuh bersama perkembangan teknologi nirkabel, internet dan media sosial. Sebuah generasi yang menginginkan sesuatu terjadi dengan cepat, apakah itu berkaitan dengan perubahan atau sebuah proses untuk mencapai hasil. Hal ini memberi pengaruh terhadap bagaimana cara mereka berperilaku di lingkungannya. Maraknya media sosial memberikan tempat bagi generasi Y untuk ‘unjuk diri’. Kita sangat familiar dengan istilah narsis belakangan ini. Media sosial memudahkan mereka untuk menunjukkan ke’aku’an mereka.

Seperti halnya generasi-generasi sebelumnya, generasi Y pun memiliki karakteristik tersendiri, khususnya dalam hal berkomunikasi di lingkungan kerja. Gaya komunikasi mereka ‘fun’ dan ekspresif; Isi pembicaraan bisa mereka dapatkan dengan mudah secara ‘online’; konteks-nya harus masa kini, hari ini dan sesuai dengan peran mereka; Mereka akan menghormati otoritas yang memang layak untuk mereka hormati (menurut persepsi mereka); Mereka terhubung secara online melalui teknologi; Ritme kerja sangat cepat; dan frekuensi komunikasi konstan.

Lalu bagaimana cara kita mengelola mereka dalam sebuah organisasi bisnis? Sebagai catatan, mereka tidak tertarik terhadap sesuatu karena 3 hal: 1. Mereka tidak memahami maksudnya; 2. Mereka tidak paham kenyataannya dan 3. Mereka tidak dapat berpartisipasi di dalamnya.

Benturan mulai terjadi manakala Gen Y masuk dunia kerja, sementara pimpinan di level tengah masih banyak diduduki oleh para Gen X. Perbedaan karakter inilah yang sering kali menjadi bumbu dalam hubungan kerja sehari-hari. Sementara di level tertinggi, biasanya masih juga dipegang oleh para Gen X atau bahkan generasi ‘baby boomers’, yang sudah pasti menciptakan jurang perbedaan yang cukup lebar.

Nah bagaimana tips mengelola Gen Y yang baik?
1. Sebagai manajemen level menengah, Anda harus bisa menjadi penghubung yang baik antara BOD dengan para karyawan (yang mayoritas adalah Gen Y). Penghubung disini artinya Anda harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, untuk meminimalisir perbedaan persepsi yang mungkin terjadi.

2. Anda harus dapat membantu menciptakan kesepahaman di antara generasi-generasi yang berbeda ini, dengan duduk bersama, menentukan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Hal ini juga diharapkan sebagai salah satu cara untuk saling memahami di antara masing-masing generasi yang ada di perusahaan Anda.

3. Bikin program kegiatan yang melibatkan Gen Y, jadikan kegiatan tersebut sebagai wadah untuk mereka mengaktualisasikan dirinya.

4. Jaga transparasi dan alur komunikasi di perusahaan Anda agar tetap efektif dan efisien.

Salam!

 

pp_wied

Wijanarko Dwi Utomo

Alumni Fakultas Psikologi Unpad 1997, gemar menulis, dan belajar dari tulisan orang lain.

 

http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2013/02/25/bagaimana-mengelola-gen-y-530817.html

(Visited 235 times, 1 visits today)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments